LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,
Mahfud MD menyoroti dinamika percakapan media sosial yang selalu mendiskreditkan pemerintah. Media sosial terbilang efektif dalam mengondisikan opini publik.
Menurut Mahfud, percakapan di
media sosial tentang kinerja pemerintah sangat menyeramkan. Saking seramnya, Mahfud menggambarkan seolah-olah pemerintahan mau runtuh.
Baca Juga: Hasil Survei: Masalah Ekonomi Mendesak Diatasi Ketimbang Covid-19Mahfud membandingkan dengan persepsi masyarakat yang dimuat dalam survei-survei. Dia menilai, pandangan masyarakat yang terekam lembaga survei menyatakan kondisi yang sebenarnya dan lebih obyektif.
"Kalau di medsos seram sekali, pemerintah kayak mau runtuh. Tapi setiap ada
survei selalu baik-baik saja," kata Mahfud saat mengikuti rilis survei Indikator Politik Indonesia, dikutip Selasa (12/7/2022).
Pernyataan Mahfud ini merespon hasil survei yang dirilis lembaga Indikator Politik Indonesia. Dalam survei yang dilakukan pada 16-24 Juni 2022 tersebut, terjadi peningkatan terhadap tren evaluasi atas kondisi umum nasional saat ini.
Baca Juga: Ada Pergeseran Fungsi, Media Sosial Jadi Lahan Cari CuanGrafik data tampak bergerak ke arah yang lebih positif. Persepsi positif atas kondisi ekonomi nasional, politik nasional, keamanan nasional, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi menunjukkan peningkatan.
"Kerena sebenarnya, kesan-kesan kegagalan lebih banyak ditiupkan oleh medsos yang sangat brutal. Memang medsos ada dua, ada yang mendukung pemerintah dan ada yang tidak, tetapi itu tidak mencerminkan hasil sebenarnya kinerja pemerintah," ucap Mahfud.
Mahfud menyatakan, pemerintah selalu memantau data-data
lembaga survei. Menurutnya, data lembaga survei merupakan cermin sesungguhnya pandangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
"Pemerintah selalu mengikuti survei yang dilakukan dan kita diskusikan hasilnya. Kita juga bersyukur pandangan masyarakat terhadap pemerintah tidak stastis, selalu berubah sesuai kinerja pemerintahan," ujar Mahfud.
Baca Juga:
3 Alasan Elon Musk Batal Beli Twitter, Banyak Akun Bot hingga Saham Anjlok
Panduan Berdebat di Media Sosial Menurut Imam Al-Ghazali(asf)