Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mendongeng Efektif Bangun Kebiasaan Diskusi Orang Tua dan Anak

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 16 Juli 2022 - 08:02 WIB
Mendongeng Efektif Bangun Kebiasaan Diskusi Orang Tua dan Anak
Ilustrasi seorang nenek yang membacakan dongeng untuk cucu perempuannya. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Berdiskusi atau bertukar pikiran memiliki manfaat positif bagi tumbuh kembang anak. Melalui diskusi membuat otak anak cepat memproses informasi yang diterima. Selain itu, dengan bertukar pikiran dapat meningkatkan kreativitas dan kecerdasan spasial.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan orang tua harus rutin mengajak anak berdiskusi, bahkan sejak dini.

Baca juga: Tak Lolos PPDB, Kak Seto Minta Orang Tua Didik Anak Kuat Mental

"Jalin komunikasi secara teratur dalam suasana yang sangat tenang. Misal setiap hari Minggu adakan dialog antar keluarga untuk membahas hal-hal seperti keadaan keluarga, keuangan dan lainnya," ujar Seto kepada Langit7, Kamis (14/7/2022).

Dia melanjutkan, terkadang anak memiliki ide-ide atau usulan yang mungkin bisa mengatasi masalah yang ada. Orang tua dapat memanfaatkan forum tersebut untuk memberikan masukan atau bimbingan kepada anak agar mereka kelak dapat bertumbuh dengan baik.

Lantas, bagaimana membiasakan anak-anak agar bisa di ajak berdiskusi?

Psikologi anak yang tetap energik ini mengatakan mendongeng atau membacakan cerita bisa jadi jalan membangun diskusi antara orang tua dan anak.

"Saat dongeng tersebut tentu anak memiliki banyak pertanyaan dengan jalan ceritanya ataupun konflik-konflik yang dimiliki. Orang tua bisa mengajak berdiskusi terkait bagaimana ceritanya, kenapa harus seperti itu dan apa yang harus dilakukan jika menghadapi hal tersebut," katanya.

Baca juga: Tularkan Motivasi Islami ke Anak dengan Dongeng Sebelum Tidur

Orang tua dapat memancing saat anak tidak memiliki pertanyaan. Misalnya dengan bertanya tanggapan anak terhadap cerita tadi atau lainnya. Intinya adalah tetap berusaha mengajak anak untuk berdiskusi dan tukar pikiran.

"Misal selain kancil hewan yang kakinya empat itu apa? Nah, itu bisa dijadikan kesempatan untuk berdialog. Ini merupakan pola pembelajaran yang sangat efektif, dan juga dapat menjalin komunikasi yang sangat lancar dengan anak," tutur pria yang akrab disapa Kak Seto ini.

Kak Seto melanjutkan, bila sebuah keluarga rutin melakukan pola pembelajaran ini, diskusi orang tua dan anak pun dapat terbangun. Anak pun jadi terbiasa dengan suasana diskusi.

"Lama-kelamaan anak akan terbiasa. Hingga saat ada kejanggalan yang dirasakan, mereka akan lari ke orang tua dan menceritakannya. Atau mereka meminta saran apa yang harus dilakukan," pungkas Kak Seto.

Baca juga: Lewat Fasilitas Ruang Publik, Komunitas Dongeng Ajak Anak Cintai Alam

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)