LANGIT7.ID - , Jakarta - Berdiskusi atau bertukar pikiran memiliki manfaat positif bagi
tumbuh kembang anak. Melalui diskusi membuat otak anak cepat memproses informasi yang diterima. Selain itu, dengan bertukar pikiran dapat meningkatkan kreativitas dan kecerdasan spasial.
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)
Seto Mulyadi mengatakan orang tua harus rutin mengajak anak berdiskusi, bahkan sejak dini.
Baca juga: Tak Lolos PPDB, Kak Seto Minta Orang Tua Didik Anak Kuat Mental"Jalin komunikasi secara teratur dalam suasana yang sangat tenang. Misal setiap hari Minggu adakan dialog antar keluarga untuk membahas hal-hal seperti keadaan
keluarga, keuangan dan lainnya," ujar Seto kepada Langit7, Kamis (14/7/2022).
Dia melanjutkan, terkadang anak memiliki ide-ide atau usulan yang mungkin bisa mengatasi masalah yang ada. Orang tua dapat memanfaatkan forum tersebut untuk memberikan masukan atau bimbingan kepada anak agar mereka kelak dapat bertumbuh dengan baik.
Lantas, bagaimana membiasakan anak-anak agar bisa di ajak berdiskusi?
Psikologi anak yang tetap energik ini mengatakan mendongeng atau membacakan cerita bisa jadi jalan membangun diskusi antara orang tua dan anak.
"Saat
dongeng tersebut tentu anak memiliki banyak pertanyaan dengan jalan ceritanya ataupun konflik-konflik yang dimiliki. Orang tua bisa mengajak berdiskusi terkait bagaimana ceritanya, kenapa harus seperti itu dan apa yang harus dilakukan jika menghadapi hal tersebut," katanya.
Baca juga: Tularkan Motivasi Islami ke Anak dengan Dongeng Sebelum TidurOrang tua dapat memancing saat anak tidak memiliki pertanyaan. Misalnya dengan bertanya tanggapan anak terhadap cerita tadi atau lainnya. Intinya adalah tetap berusaha mengajak anak untuk berdiskusi dan tukar pikiran.
"Misal selain kancil hewan yang kakinya empat itu apa? Nah, itu bisa dijadikan kesempatan untuk berdialog. Ini merupakan pola pembelajaran yang sangat efektif, dan juga dapat menjalin komunikasi yang sangat lancar dengan anak," tutur pria yang akrab disapa Kak Seto ini.
Kak Seto melanjutkan, bila sebuah keluarga rutin melakukan pola pembelajaran ini, diskusi orang tua dan anak pun dapat terbangun. Anak pun jadi terbiasa dengan suasana
diskusi.
"Lama-kelamaan anak akan terbiasa. Hingga saat ada kejanggalan yang dirasakan, mereka akan lari ke orang tua dan menceritakannya. Atau mereka meminta saran apa yang harus dilakukan," pungkas Kak Seto.
Baca juga: Lewat Fasilitas Ruang Publik, Komunitas Dongeng Ajak Anak Cintai Alam(est)