LANGIT7.ID - , Jakarta - Penerimaan Peserta Didik Baru (
PPDB) meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah. Di antaranya adalah kriteria usia dan jarak tempat tinggal ke sekolah yang membuat sebagian calon peserta didik tidak lolos.
Kondisi ini menyebabkan anak yang tak lolos seleksi PPDB menjadi minder atau rendah diri. Bahkan di
Tangerang, calon peserta didik yang gagal seleksi PPDB, jatuh sakit.
Psikolog Anak,
Seto Mulyadi mengatakan orang tua harus mengajarkan buah hati untuk menerima realitas hidup agar tumbuh menjadi anak bermental kuat.
Baca juga: Wahai Orang Tua, Daripada Mengancam Anak, Kak Seto Sarankan Cara IniMenurut Kak Seto, dalam hidup banyak keinginan atau harapan yang tidak bisa terpenuhi. Bukan karena tidak mampu, lanjut Kak Seto, tapi lebih karena keadaan.
"Jadi orang tua harus membiasakan kepada anak untuk siap menghadapi realita, tidak mudah baper, putus asa dan lainnya," ujar Kak Seto saat dihubungi Langit7, Kamis (14/7/2022).
Dia melanjutkan, setiap orang perlu memiliki impian dan rencana. Tetapi, Kak Seto mengingatkan, harus mempunyai kesiapan saat hal tersebut tidak tercapai.
"Bisa dialihkan impian itu. Jadi memang semua berharap di sekolah negeri karena gratis dan memiliki berbagai kemudahan. Akan tetapi, hidup terkadang tidak berjalan sesuai keinginan," ucap pria kelahiran Klaten, 28 Agustus 1951 ini.
Baca juga: Menag-Kak Seto Kolaborasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Sebagai orang tua, kata Kak Seto, harus menjelaskan kepada anak dengan bahasa sederhana. Misal sekolah negeri terbatas dan jumlah anak sangat banyak sehingga tidak semua orang bisa memenuhi keinginan.
"Misal karena masalah
zonasi, daerahnya terlalu jauh dari sekolah impian, akhirnya dia tidak bisa sekolah di tempat tersebut. Usahakan anak jangan dijadikan sebagai anak yang baperan. Ajak mereka berani menghadapi realita dalam hidup bahwa semua memiliki impian, tetapi jika tidak tercapai bisa mengalihkannya ke yang lain," lanjut suami dari Deviana Mulyadi ini.
Menurut Kak Seto, banyak orang sukses jadi
musisi, ustaz, dan lainnya yang tidak perlu lulusan sekolah negeri.
"Bisa mencontohkan artis-artis yang dulunya memiliki cita-cita sebagai dokter, namun sekarang mereka menjadi artis dan bisa sukses gitu. Nah, contoh-contoh seperti itu bisa dibicarakan kepada anak, agar mereka dapat mengerti bahwa keinginan itu memang tidak bisa dicapai semuanya, namun bisa dialihkan," pungkas Kak Seto.
Baca juga: Sistem Zonasi PPDB, Pengamat Pendidikan: Kriteria Usia Jadi Perdebatan(est)