LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Keuangan
Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengakui lonjakan inflasi di negaranya sangat tinggi. Salah satu yang menjadi prioritas pemerintah AS ialah menurunkan kenaikan harga.
Dalam hal ini, Yellen mendukung upaya yang dilakukan The Fed untuk mengendalikan inflasi. Yellen juga mengatakan pihaknya akan mengambil langkah jangka pendek untuk menurunkan laju
inflasi.
Baca Juga: Inflasi AS Melambung Tinggi, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia"Kami mengambil langkah sendiri yang diyakini akan mendukung dalam jangka pendek untuk menurunkan inflasi, terutama apa yang kami lakukan pada harga energi dan Cadangan Minyak Strategis," kata Yellen dalam sebuah konferensi pers di Bali, dikutip dari CNBC International, Sabtu (16/7/2022).
Yellen mengatakan pemerintah AS juga akan melakukan pekerjaan untuk melembagakan batas harga minyak Rusia. Hal ini guna menghindari potensi lonjakan harga minyak di masa depan.
Di sisi lain, Yellen juga menjawab kemungkinan penurunan inflasi AS lebih penting daripada risiko resesi akibat suku bunga yang tinggi serta melambatnya pertumbuhan. Dia percaya bahwa prioritas utama pemerintah adalah menurunkan inflasi lantaran pasar tenaga kerja saat ini sangat kuat.
Baca Juga: Inflasi AS Melonjak hingga 9,1 Persen, Ribuan Keluarga Antre Bantuan MakananMenurutnya, kenaikan suku bunga juga berdampak pada limpahan ke ekonomi lain. Menguatnya
dollar AS tak hanya membuat mata uang lain relatif lebih lemah, tapi juga dapat membuat ekspor negaranya lebih murah dan lebih menarik.
"Di satu sisi bisa memperkuat kemampuan ekspor yang bagus untuk pertumbuhan mereka. Di sisi lain, selama negara-negara memiliki utang dalam mata uang dolar, dapat membuat masalah utang yang sudah sangat parah menjadi lebih sulit," ucap Yellen.
Baca Juga:
Inflasi Mengancam Indonesia, Ekonom Minta Pemerintah Edukasi Masyarakat
The Fed Naikkan Suku Bunga hingga 75 Bps, Terbesar Sejak 1994(asf)