LANGIT7.ID, Jakarta - Inflasi di
Amerika Serikat (AS) pada bulan Juni 2022 melonjak tajam dengan Indeks Harga Konsumen (CPI/IHK) 9,1 persen secara tahunan atau
year on year (yoy). Angka tersebut menjadi rekor tertinggi yang terjadi dalam 41 tahun terakhir.
Secara basis bulanan, IHK utama naik 1,3 persen sedangkan IHK inti naik 0,7 persen. Kenaikan utamanya disebabkan lantaran melambungnya harga bahan bakar mencapai US$ 5 per galon (sekitar 4,5 liter).
Baca Juga: Indef Sebut Inflasi Tinggi akibat Perang Rusia-UkrainaLonjakan
inflasi ini disebabkan harga gas hingga pangan yang mengalami kenaikan. Ribuan keluarga berbondong-bondong mengantre makanan bantuan di bank pangan yang tersebar di berbagai penjuru AS setiap harinya.
Juru bicara Bank Makanan St. Mary, Jerry Brown, mengatakan bahwa lebih dari 900 keluarga berbaris di berbagai cabang organisasi mereka setiap harinya. Bank makanan sudah memberikan paket makanan ke 4.271 keluarga pada pekan ketiga Juni.
Angka ini meningkat 78 persen ketimbang pekan di bulan yang sama tahun lalu. Saat itu, mereka hanya memberikan bantuan kepada 2.396 keluarga.
Warga rela mengantre panjang demi mendapatkan kotak bantuan pemerintah yang berisi kacang kaleng, selai kacang, dan nasi. "Oleh karenanya, banyak warga AS yang sebelumnya tidak pernah antre untuk mendapatkan bantuan makanan, sekarang harus ikut dalam barisan," kata Brown, Sabtu (16/7/2022).
Baca Juga: Inflasi Mengancam Indonesia, Ekonom Minta Pemerintah Edukasi MasyarakatSalah satu warga yang mengantre, Tomasina John mengaku baru kali ini ikut mengantre bantuan makanan. John mengatakan kebutuhan keluarganya yang memiliki empat anak ini sangat tercukupi, terlebih sang suami berpenghasilan lebih sebagai pekerja konstruksi.
Namun, sekarang penghasilan sang suami tak lagi cukup karena lonjakan harga-harga yang tajam di AS. "Sekarang tidak mungkin bisa cukup tanpa bantuan. Harganya terlalu tinggi," ujarnya dikutip dari Associated Press.
Warga lainnya bernama Diane Martinez, bahkan rela berjalan kaki untuk ikut antre bantuan makanan. "Harga makanan sangat tinggi dan terus naik setiap hari," ucap Diane.
Baca Juga:
Pakar Sebut Kenaikan Tarif Listrik Picu Inflasi
The Fed Naikkan Suku Bunga hingga 75 Bps, Terbesar Sejak 1994
(asf)