LANGIT7.ID, Semarang - Kota Semarang akan menggelar event Bendungan Urban Downhill 2022 yang diselenggarakan oleh warga kelurahan Bendungan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada 13-14 Agustus 2022 mendatang.
Downhill di sini bukan event sepeda di areal pegunungan, seperti kejuaraan resmi pada umumnya, melainkan menggunakan venue perkampungan yang memiliki topografi wilayah berada di perbukitan, dan turunan yang curam.
Ketua pelaksana Bagyo Putranto mengatakan, even ini tercetus berawal dari ngobrol-ngobrol dengan warga karena tempat tinggalnya sering dilewati oleh para pesepeda. Akhirnya, potensi wilayah yang memiliki kekhasan bukit-bukit tersebut dimaksimalkan untuk event ini.
Baca juga: Kenjuran Bike Park, Sport Tourism Kendal di Kaki Gunung Perahu“Kami sampaikan kepada bapak-bapak di RT, RW sampai kelurahan malah sampai ke pak Wali Kota. Tempat kita asyik bukit-bukit, jalan-jalan masuk kampung,” kata Bagyo, di kanal Youtube Semarang Pemkot, dikutip Selasa (26/7/2022).
Bagyo mengaku awalnya ragu ide dari masyarakat tersebut bisa diterima oleh mayoritas masyarakat, karena terdiri dari 5 RW. Bahkan, sampai final akan digelar event Bendungan Urban Downhill, ia sudah mengadakan 31 pertemuan dengan warga.
“Persiapan sudah 80% tinggal nanti setelah pendaftaran, sudah kita nanti tinggal pelaksanaan. Kurang tiga minggu, mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar,” ucapnya.
“Kami rencanakan bulan Juni lalu, tapi mundur karena ada kendala dari warga dari perizinan. Muncullah rekomendasi dari PB ISI tanggal 13-14 Agustus,” imbuh Bagyo.
Bendungan Urban Downhill tersebut akan membuka 10 kelas perlombaan. Di antaranya adalah man open untuk usia 30-40 tahun, women open, untuk usia 15-18 tahun. Meski baru beberapa hari dibuka, even tingkat nasional ini banyak diminati peserta dari luar daerah.
“Dalam minggu ini, sudah ada 150 yang mendaftar. Bahkan sebelum resmi dibuka, sudah banyak yang ingin mendaftar,” terang Bagyo.
Camat Gajahmungkur Ade Bhakti mengatakan, event ini sudah dirancang sejak bulan Mei lalu. Pihaknya sangat mendukung even tersebut, apalagi ini murni digagas dan yang menjadi panitia adalah warga Bendungan. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga sangat mendukung.
“Saya coba komunikasi. Pertanyaan beliau cuma satu, “pak camat, warganya gimana,”. warga setuju. ya udah kita support, rapat dengan dinas terkait,” kata Ade.
Baca juga: Atlet Sepeda Asal Cianjur Ikut Kejuaraan Nasional Wakili JabarSetelah itu, aspal yang bolong-bolong sudah ditambal, direncanakan ada pengeceatan dari Disperkim di sepanjang jalur, termasuk sponsor-sponsor dan kuliner atau UKM, ada sekitar100 tenda. Jalan Rinjani nanti akan ditutup selama dua hari selama even.
“Kita mau mengangkat ekonomi lokal. Bahkan beberapa kali ada yang DM saya. Pertanyaan saya pasti satu, semua yang terlibat warga Gajahmungkur. Termasuk hotel, kita maksimalkan di Gajahmungkur, kalau lebih, monggo . Ini event nasional, terpusat di kelurahan,” ujarnya.
Yang unik dan menarik dari event ini nanti peserta akan melewati depan rumah warga, lengkong, rumah kosong bekas kandang kambing, dan jalan-jalan setapak di perkampungan.
Warga tidak akan banyak merubah, orisinalitas wilayah, termasuk aktivitas warga seperti menjemur burung, menjemur pakaian, masih tetap bisa beraktivitas sepanjang tidak berada di jalur utama. Tim teknis sudah menghitung area dan dinyatakan aman.
Arnes Soegiatmoko, Manajer Hotel Studio INN Semarang mengaku dengan adanya even ini pihaknya semakin semangat menjalankan bisnis setelah diterpa pandemi Covid-19.
“Kita sambut dengan beberapa program. Ada special price untuk para peserta dan krunya. Kita sediakan tempat di kamar-kamar, venue bisa buat nonton bareng. Kayaknya pas bisa dilihat dari atas, venue mengarah ke sana,” ucapnya.
(sof)