LANGIT7.ID, Labuan Bajo - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan pelatihan kepada sejumlah UMKM sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo.
Tujuannya, agar UMKM di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam meningkatkan kapasitas untuk mendukung upaya percepatan pembangunan destinasi wisata super prioritas di Labuan Bajo.
"Upskilling ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM, terlebih untuk mempersiapkan temu bisnis dengan industri hotel," tegas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Henky Manurung secara virtual Rabu (27/7/2022).
Baca juga: Pebisnis Wajib Bayar Zakat, Ini Hitungan yang Mesti DikeluarkanHenky menuturkan, pelaku UMKM parekraf di Labuan Bajo diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk. Sehingga nantinya dapat memenuhi standar kebutuhan industri hotel di Labuan Bajo.
"Kegiatan ini akan mendorong UMKM agar memiliki kualitas produk yang tinggi serta mampu memenuhi standar hotel, sehingga nantinya seluruh kebutuhan hotel dapat disuplai oleh UMKM,” ujar Hengky.
Sementara itu, Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana menjelaskan, kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM seperti branding, komunikasi, teknik negosiasi, dan strategi harga.
Menurut Anggara, hal tersebut bertujuan agar pelaku UMKM siap menghadapi temu bisnis dan bisa mendapatkan kesepakatan kerja sama dengan hotel.
"Setelah kegiatan upskilling selama tiga hari ini, Kemenparekraf akan menyusun e-katalog dan melakukan pendampingan kepada seluruh peserta hingga temu bisnis dengan hotel," katanya.
Baca juga: Kemendag Percepat Digitalisasi Seribu Pasar RakyatAnggara menyebutkan, tujuan akhir dari rangkaian program ini yaitu terbentuknya sustainable supply chain antara UMKM dan hotel di DPSP Labuan Bajo.
"Tujuan akhir dari rangkaian kegiatan ini adalah terbentuknya sustainable supply chain antara UMKM dan hotel, sehingga akan meningkatkan perekonomian secara signifikan, baik dari sisi hotel sebagai demand maupun dari sisi UMKM sebagai supply,” ungkapnya
(sof)