LANGIT7.ID, Jakarta - Belakangan dukun berkedok ustadz kembali ramai dibicarakan setelah perseteruan antara Pesulap Merah dengan seseorang bernama Gus Samsudin Jadab yang melakukan pengobatan alternatif. Menurut Pesulap Merah, Gus Samsudin adalah dukun berkedok tokoh agama.
Praktisi Ruqyah Syar'iyyah,
Ustadz Muhammad Faizar, menegaskan, ustadz asli dan dukun berkedok tokoh agama sangat mudah dibedakan. Perbedaan terletak pada niat dan tata cara melakukan sebuah amalan.
Di antara ciri dukun atau tukang sihir adalah mempertunjukkan ilmu kebal terhadap benda tajam. Orang yang mengaku punya ilmu kebal sudah pasti dibantu oleh jin. Maka itu, perlu hati-hati agar tidak tertipu dengan orang-orang yang mengaku ustadz padahal dukun.
Baca Juga: Berseteru dengan Gus Samsudin, Pesulap Merah Ingin Bongkar Dukun Berkedok Agama
“Ustadz asli dan dukun berkedok ustadz memiliki perbedaan yang sangat jelas. Di antara ciri tukang sihir adalah orang-orang yang mempertunjukkan seakan-akan dirinya itu kebal terhadap senjata tajam,” kata
Ustadz Faizar dalam sebuah kajian di Banjarnegara, dikutip Senin (1/8/2022).
Orang yang memperlihat aksi kebal senjata tajam memiliki kemungkinan. Pertama, orang itu memakai trik sulap. Sulap tidak perlu memakai jin, hanya mengandalkan kecepatan tangan dan permainan alat. Kedua, ranah perdukunan atau sihir.
“Kalau ada yang bisa mempraktikkan (ilmu kebal), jelas itu dibantu sama jin. Sama halnya mengajarkan bacaan mantra, tapi menggunakan bacaan Al-Qur’an. Ada juga yang mengajarkan dan menawarkan tuyul islami, wallahi ada,” kata Ustadz alumnus Gontor tersebut.
Dukun berkedok ustadz kerap menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai jampi-jampi. Mereka juga kerap mengajarkan pengikutnya bacaan-bacaan islami seperti shalawat dan wiridan untuk tujuan sihir.
“Saya ngomong seperti ini karena ada bukti. Mirisnya itu kan membacakan basmalah, suruh rajin wiridan, rajin bershalawat dengan jumlah tertentu sambil shalat hajat. Itu benar amalannya, tapi niatnya salah dan tata caranya salah,” ungkap Ustadz Faizar.
Baca Juga: Jaga Akidah, Jangan Tertipu Dukun Berkedok Tokoh Agama
Amalan seperti shalawat dan wirid itu benar. Ada dalil yang membenarkan. Tapi, dukun mengajarkan itu bukan untuk mendapatkan ridha Allah, hanya semata-mata kedok agar dianggap ustadz.
“Masak shalawat untuk ilmu kebal? . Sekarang kita pakai logika bodoh kita, lebih hebat mana mereka-mereka yang mengaku punya ilmu hikmah dengan Rasulullah? Lebih hebat mana?” tanya Ustadz Faizar.
Padahal Rasulullah, orang paling hebat di bumi berdarah-darah ketika dilempari batu di thaif atau saat perang uhud.
(jqf)