LANGIT7.ID, Washington DC - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengklaim telah membunuh pimpinan Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri. Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan, pejabat intelijen AS melacak Zawahiri di sebuah rumah di pusat kota Kabul, Afghanistan. Pada Senin (1/8/2022), drone CIA diklaim berhasil membunuh Al Zawahiri.
“Pemimpin teroris ini tidak ada lagi,” kata Biden dalam pidato malam hari dari Gedung Putih, dikutip TRTWord, Selasa (2/8/2022).
Biden mengatakan, serangan udara menggunakan pesawat tak berawak dilakukan pada Sabtu (30/7/2022). “Saya berharap bahwa tindakan tegas ini akan membawa satu tindakan penutupan lagi,” katanya.
Baca Juga: Penanggulangan Terorisme di Indonesia Harus dilakukan Komprehensif
Rumah tempat Zawahiri diklaim merupakan milik asisten utama pemimpin senior Taliban, Sirajuddin Haqqani. Itu disampaikan seorang pejabat intelijen senior yang enggan disebutkan namanya.
Pejabat itu menambahkan, tim darat CIA dan pengintaian udara yang dilakukan setelah serangan pesawat tak berawak mengkonfirmasi kematian Zawahiri.
Desas-desus tentang kematian Zawahiri Sudah menyebar beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga lama dilaporkan dalam kondisi kesehatan yang buruk.
Serangan pesawat tak berawak itu menjadi serangan AS pertama yang diketahui di Afghanistan. Itu terjadi sejak pasukan dan diplomat AS meninggalkan Afghanistan pada 31 Agustus 2021.
Bantahan Kemendagri AfghanistanPada Sabtu (30/7/2022), Kementerian Dalam Negeri Afghanistan membantah laporan tentang serangan pesawat tak berawak di Kabul. Mereka mengatakan, sebuah roket menghantam sebuah rumah kosong di ibu kota Afghanistan dan tidak menimbulkan korban.
Baca Juga: 4 Peran Indonesia Jadi Juru Damai Konflik di Berbagai Negara
Pada Selasa (2/8/2022) pagi di Kabul, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyampaikan bahwa serangan udara dilakukan di sebuah tempat tinggal di daerah Sherpur di kota itu. Taliban pun menyelidiki serangan itu.
“Sifat insiden itu tidak terungkap pada awalnya. Badan keamanan dan intelijen Imarah Islam menyelidiki insiden itu dan menemukan dalam penyelidikan awal mereka bahwa serangan itu dilakukan oleh pesawat tak berawak Amerika,” tulis Mujahid, dikutip AFP.
(jqf)