LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota
Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta pemerintah mengkaji ulang soal kenaikan tiket wisata Taman Nasional (TN) Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Pernyataan tersebut sebagai respons atas protes yang dilayangkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Labuan Bajo.
Menurut Hugo, kenaikan tarif
TN Komodo berdampak besar bagi pelaku parekraf yang selama ini mengandalkan kehadiran wisatawan domestik maupun mancanegara. Terlebih, mereka sangat tertolong dengan kehadiran para wisatawan selama pandemi Covid-19.
Baca Juga: Tiket Pulau Komodo Naik, 10 Ribu Wisatawan Batal ke Labuan Bajo"Ini membuktikan para turis yang tidak berkantong sangat tebal justru menjadi pengaman sosial bagi industri wisata di Labuan Bajo. Oleh karena itu, kebijakan kenaikan tarif wisata perlu dikaji ulang demi keberlangsungan industri pariwisata di Labuan Bajo," kata
Hugo dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (4/8/2022).
Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu memahami alasan pemerintah menaikkan tiket TN Komodo menjadi Rp3,75 juta sebagai bentuk pembatasan untuk melindungi komodo dari kepunahan. Dia juga sepakat diperlukan adanya konservasi demi melindungi komodo.
Namun, Hugo menilai kebijakan menaikkan tiket akan berdampak pada ratusan orang di
Labuan Bajo yang selama ini menggantungkan hidupnya dari kedatangan wisatawan. Atas hal tersebut, Komisi X DPR RI berharap semua pemangku kepentingan dapat duduk bersama untuk mencari solusi dari permasalahan ini.
Baca Juga: Tiket TNK Rp3,75 Juta, Sandiaga: Di Pulau Rinca Komodonya Sama"Kenaikan tarif ke TN Komodo yang drastis menimbulkan shock bagi pelaku wisata di Labuan Bajo, karena khawatir akan berkurangnya kunjungan wisatawan. Tentunya hal ini akan berdampak pada pelaku parekraf yang baru saja mulai pulih dari situasi pandemi Covid-19 dengan kembali ramainya kunjungan turis ke Labuan Bajo," Legislator Dapil NTT 1 itu.
Sebagai informasi, kebijakan kenaikan tarif wisata TN Komodo membuat para pelaku parekraf di Labuan Bajo melakukan unjuk rasa. Sebagai bentuk protes, mereka melakukan aksi mogok massal dalam waktu sebulan.
Baca Juga:
Tarif Masuk Taman Nasional Komodo Naik, Sandiaga: Untuk Kepentingan Konservasi
Ini Alasan Pembatasan Wisatawan di Taman Nasional Komodo(asf)