Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Tahlil 1 Muharram, Gus Mus: Pandemi Covid-19 Cara Tuhan Hukum Manusia

arif purniawan Selasa, 10 Agustus 2021 - 06:36 WIB
Tahlil 1 Muharram, Gus Mus: Pandemi Covid-19 Cara Tuhan Hukum Manusia
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (4/7/2021). Foto: Antara
LANGIT7.ID, Semarang - Bencana pandemi Covid-19 merupakan cara Allah SWT menghukum umat manusia karena selama ini banyak melakukan kesalahan dan dosa. Namun, para pendosa tersebut justru seperti tidak menyadari atas segala perbuatannya.

Hal tersebut ditegaskan Kiai Haji (KH) Mustofa Bisri dalam acara Istighasah dan Tahlil Muharram 1443 H secara daring. Kesalahan dan dosa acap kali terjadi baik kepada keluarga, tetangga, maupun masyarakat pada umumnya di Indonesia.

Menurutnya, manusia selama ini cinta dunia dan diatur oleh duniawi. Untuk itu pemerintah mengharuskan bekerja dari rumah. Padahal, kata dia, manusia menjadi khalifah, wakil Allah SWT dan bukan dikuasai dunia. Bukan meninggalkan dunia, tapi mengelola dunia.

"Alih-alih kita menjadi penguasa. Kita malah dikuasai dunia. Kita justru merendahkan diri dengan menempatkan diri sebagai jajahan," kata Gus Mus dalam Istighasah dan Tahlil 1 Muharram 1443, via zoom yang digelar Pemerintah Kota Semarang bersama Masjid Kauman, Masjid Agung Jateng dan Masjid Baiturrahman, Senin, (9/8/2021) malam WIB.

"Kita sekarang ibaratnya disetrap, disuruh keluar kelas. Bukan cuma disuruh berdiri di depan papan tulis," ujarnya.

Dia mengatakan, Covid-19 merupakan wabah kemanusiaan, bukan kelompok. Semua yang namanya manusia, yakni mereka yang terlalu akrab dengan dunia dan sekarang berjarak. Berjarak jauh dengan keluarga, anak, dan istri. Suami istri, semua keluar dari rumah. Mengejar dunia, jarang bertemu anak kecuali saat lelah.

"Sekarang mau tidak mau, harus dekat dengan istri dan anak. Saatnya mendidik anak-anak, bukan hanya memasrahkan pada guru-guru," ucapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Radlatul Thalibin Rembang itu memaparkan, bukan hanya di lingkup keluarga, wabah tersebut juga mengingatkan sesama manusia itu bersaudara. Akan tetapi, selama ini justru tidak pernah melihat wajah saudara sebagai manusia, jadi pangling dengan para kerabat.

Masih terus berkelahi dengan saudaranya, bahkan sesama ummat Islam. Padahal Rasulullah SAW sudah bersabda, belum sempurna iman seseorang jika di antara kalian, belum bisa mencintai sesuatu untuk saudaramu. Sebagaimana sesuatu itu kamu mencintai sendri. .

"Kalau ingin warung anda laris, anda harus senang kalau warung saudaramu laris. Kalau kamu senang sehat, kamu harus senang jika saudaramu sehat. Kalau ada tamu dan kehabisan gula, kan ngutang sama tetangga, tidak WA sama saudara," ungkapnya.
.
Ironisnya, kata dia, di media sosial lebih parah lagi. Saat ini mengkritik sama menghina tidak ada bedanya. Bukan apa-apa, tapi mengkritik hal apapun. Lantas bangga ada follower-nya. Bahkan, ada pula yang mendengarkannya, itu sudah luar biasa kondisinya.

Kondisi demikian sangat mengerikan. Sesuatu harus diserahkan kepada ahlinya, atau jika tidak seperti sabda nabi, tunggulah kerusakannya.

"Kalau kita mau koreksi diri sendiri, cerminnya Nabi Muhammad SAW. Memberikan arahan bagaimana kita bersaudara. Nabi tidak ahli bicara, tapi memberikan perilaku. Marilah kita petani (koreksi) diri sendiri, bukan orang lain," ucapnya.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)