LANGIT7.ID, Jakarta - Hafidz Qur’an
Muhammad Saihul Basyir memiliki cara jitu dalam menjaga hafalan 30 juz. Cara tersebut berasal dari Ustadz Ilhamudin Qasim, seorang hafidz yang banyak menelurkan juara-juara hafalan tingkat nasional.
Metode yang diajarkan itu unik dan ampuh. Basyir Sudah mempraktikkan setiap hari agar hafalan tetap terjaga. Menurut dia, Al-Qur’an itu mudah, tapi tidak boleh digampangkan. Metode itu dia sebut dengan MEMBELAI Al-Qur’an.
“Membelai itu merupakan singkatan dari Membaca dengan Benar, Lancar, dan Indah. Benarnya bacaan diukur dari benarnya seseorang dalam menerapkan hukum-hukum tajwid, makhraj dan sifat huruf, panjang dan pendeknya saat ia membaca,” kata
Basyir di Islamic Book Fair (IBF), Jakarta, Kamis (4/8/2022) malam.
Baca Juga: Tak Hanya Hafidz 30 Juz, Saihul Basyir Miliki Sanad Qur'an dan Hafal Ribuan Hadits
Lancar berarti hafalan kuat. Itu diukur ketika seorang penghafal Qur’an mampu mengulang hafalan berulang kali tanpa ada kekeliruan sedikit pun. Baik dalam bentuk huruf yang tertukar, atau harakat yang tertinggal, atau kata dan kalimat yang terlewati.
Hal itu sering terjadi saat lidah terpeleset atau karena memang tidak bisa melanjutkan lagi. Baik lupa karena konsentrasi hilang atau fokus hilang secara tiba-tiba. Bisa juga lupa karena jarang
muroja'ah (mengulang hafalan).
Sedangkan, indah bacaan bukan dilihat dari alunan merdu ayunan nada saat membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Tapi indah dalam hal ini diukur dari kesempurnaan tajwid, seperti sempurna dalam harakat, ketajaman bunyi huruf, serta tepat mengambil lokasi untuk berhenti dan memulai bacaan.
Baca Juga: Kunci Sukses Saihul Basyir Jadi Bintang Al-Qur'an, Hafal 30 Juz Sejak Kelas 6 SD
“Oleh karenanya, pada fase pengulangan dan penguatan hafalan, kita mesti menerapkan metode ini sejak fase baru mulai menghafal,” kata Basyir.
Metode itu dimulai dengan menyediakan waktu minimal tiga jam per hari. Baik proses setelah khatam atau sedang proses tahap menyelesaikan hafalan. Metode ini mengharuskan seorang penghafal mengulang hafalan minimal tiga juz per hari.
“Sehingga, setiap 10 hari, kita sudah selesai mengulang hafalan sebanyak satu putaran 30 juz. Minimal dalam satu bulan, kita mampu mengulang Al-Qur’an sebanyak tiga kali putaran,” ujar Basyir.
Baca Juga: Rumus Saihul Basyir Bisa Hafal 30 Juz Al-Quran Sejak kelas 6 SD
Basyir mengingatkan, hafalan itu mudah hilang jika tidak pernah di-
muroja'ah. Maka itu, wajib bagi seorang penghafal mengulang-ulang hafalan setiap hari. Tidak perlu beralasan sibuk, karena kesibukan ada lantaran tak bisa menata skala prioritas dalam hidup.
“Apapun kesibukan dan urusan kita, sesungguhnya Al-Qur’an itu mudah,” ujar Basyir.
Basyir mencontohkan, jadwal
muroja'ah dengan metode MEMBELAI bisa mengikuti kalender masehi. Misal tanggal 1 mengulang juz satu sampai juz tiga. Maka diperkirakan akan khatam murajaah pada tanggal 10.
Kemudian, lanjut lagi pada tanggal 11 murajaah juz satu sampai tiga, sehingga khatam pada tanggal 20. Pada tanggal 21 mengulang lagi dari juz satu sampai tiga, dan akan khatam pada tanggal 30.
Baca Juga: Rahasia Wirianingsih Berhasil Didik 11 Anak Jadi Penghafal Al-Quran“Jika belum bisa membaca sambil menutup mushaf, maka boleh sambil menengok mushaf. Lakukan seperti itu terus-menerus sampai bisa membacanya tanpa perlu melihat mushaf lagi,” pungkas Basyir.
(jqf)