LANGIT7.ID, Jakarta - Ada tips bagi orangtua mencegah
overparenting. Sikap ini bisa diantisipasi, sehingga tumbuh kembang bisa lebih optimal karena mereka bisa menggali potensi diri.
Psikolog, Pritta Tyas Pangestuti, membagikan tips agar orang tua tidak terjebak dalam overparenting. Kebiasaan ini berdampak negatif pada anak, seperti kehilangan tanggungjawabnya dalam menyelesaikan masalah.
Pritta yang juga merupakan Founder Sekolah Bumi Nusantara Montessori ini mengungkapkan, overparenting bisa menjadi boomerang.
Baca Juga: Hati-hati, Ini 5 Dampak Toxic Parenting pada AnakBerikut tips mencegah overparenting ala Psikolog Pritta:
1. Percaya anak butuh waktu untuk belajar sendiriKetika anak belajar, kata Pritta, jangan terburu-buru menawarkan bantuan, termasuk ketika dia melakukan rutinitasnya. Kecuali anak sudah mulai merasa frustasi.
"Biarkan dia menjemur handuknya dan menaruh bajunya sendiri. Untuk itu, sediakan tempat yang mendukung untuk segala aktivitas anak," jelas dia dikanal YouTube Parentalk ID, dikutip Selasa (23/8/2022).
2. Ciptakan kondisi lingkungan mendukungCiptakan lingkungan yang aman bagi anak untuk bereksplorasi. Jangan terlalu cepat menawarkan mereka sebuah bantuan, melainkan bisa memberikan pengawasan kepada anak ketika melakukan rutinitasnya.
"Salah satunya dengan menciptakan lingkungan agar anak bisa melakukan secara mandiri untuk aktivitasnya. Sebab, keberhasilan mereka ketika melakukan aktivitasnya sendiri, bisa menciptakan rasa bangga dan meningkatkan kepercayaan diri anak," ujarnya.
3. Beri dia tanggung jawab pekerjaan rumahAnak bisa diberikan tanggung jawab pekerjaan di rumah. Dengan membersihkan sisa makanan yang mungkin tercecer setelah mereka selesai makan.
"Mungkin bisa berikan sapu atau pel kecil untuk anak, supaya dia bisa belajar bertangung jawab menyelesaikan apa yang telah dilakukannya. Intinya memberi dia tanggung jawab atas perbuatannya," jelas dia
4. Beri kesempatan bersosialisasiBeri anak kesempatan bersosialisasi dengan risiko konflik kecil. Seperti ketika bermain dan terjadi rebutan mainan dengan temannya.
"Ketika konflik terjadi tugas kita membekali dia untuk melapor kepada guru ketika ada teman yang kelewat batas, seperti sudah terjadi kontak fisik. Jadi sebagai orang tua tugas kita bukan overprotektif atau terlalu menjaga anak, tapi sediakan bekal yang baik bagi anak, terutama hal yang dia butuhkan," ungkapnya.
(bal)