Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tips bagi Orangtua Cegah Overparenting, Ini Kata Psikolog

mahmuda attar hussein Selasa, 23 Agustus 2022 - 16:55 WIB
Tips bagi Orangtua Cegah Overparenting, Ini Kata Psikolog
Tips bagi Orangtua Cegah Overparenting. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada tips bagi orangtua mencegah overparenting. Sikap ini bisa diantisipasi, sehingga tumbuh kembang bisa lebih optimal karena mereka bisa menggali potensi diri.

Psikolog, Pritta Tyas Pangestuti, membagikan tips agar orang tua tidak terjebak dalam overparenting. Kebiasaan ini berdampak negatif pada anak, seperti kehilangan tanggungjawabnya dalam menyelesaikan masalah.

Pritta yang juga merupakan Founder Sekolah Bumi Nusantara Montessori ini mengungkapkan, overparenting bisa menjadi boomerang.

Baca Juga: Hati-hati, Ini 5 Dampak Toxic Parenting pada Anak

Berikut tips mencegah overparenting ala Psikolog Pritta:

1. Percaya anak butuh waktu untuk belajar sendiri

Ketika anak belajar, kata Pritta, jangan terburu-buru menawarkan bantuan, termasuk ketika dia melakukan rutinitasnya. Kecuali anak sudah mulai merasa frustasi.

"Biarkan dia menjemur handuknya dan menaruh bajunya sendiri. Untuk itu, sediakan tempat yang mendukung untuk segala aktivitas anak," jelas dia dikanal YouTube Parentalk ID, dikutip Selasa (23/8/2022).

2. Ciptakan kondisi lingkungan mendukung

Ciptakan lingkungan yang aman bagi anak untuk bereksplorasi. Jangan terlalu cepat menawarkan mereka sebuah bantuan, melainkan bisa memberikan pengawasan kepada anak ketika melakukan rutinitasnya.

"Salah satunya dengan menciptakan lingkungan agar anak bisa melakukan secara mandiri untuk aktivitasnya. Sebab, keberhasilan mereka ketika melakukan aktivitasnya sendiri, bisa menciptakan rasa bangga dan meningkatkan kepercayaan diri anak," ujarnya.

3. Beri dia tanggung jawab pekerjaan rumah

Anak bisa diberikan tanggung jawab pekerjaan di rumah. Dengan membersihkan sisa makanan yang mungkin tercecer setelah mereka selesai makan.

"Mungkin bisa berikan sapu atau pel kecil untuk anak, supaya dia bisa belajar bertangung jawab menyelesaikan apa yang telah dilakukannya. Intinya memberi dia tanggung jawab atas perbuatannya," jelas dia

4. Beri kesempatan bersosialisasi

Beri anak kesempatan bersosialisasi dengan risiko konflik kecil. Seperti ketika bermain dan terjadi rebutan mainan dengan temannya.

"Ketika konflik terjadi tugas kita membekali dia untuk melapor kepada guru ketika ada teman yang kelewat batas, seperti sudah terjadi kontak fisik. Jadi sebagai orang tua tugas kita bukan overprotektif atau terlalu menjaga anak, tapi sediakan bekal yang baik bagi anak, terutama hal yang dia butuhkan," ungkapnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)