Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home masjid detail berita

Hukum Mengkhususkan Sujud Terakhir untuk Berdoa, Ini Kata Ulama

hasanah syakim Rabu, 24 Agustus 2022 - 08:31 WIB
Hukum Mengkhususkan Sujud Terakhir untuk Berdoa, Ini Kata Ulama
Hukum Mengkhususkan Sujud Terakhir untuk Berdoa, Ini Kata Ulama. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Doa merupakan salah satu cara bagi umat Islam untuk memanjatkan harapan, keinginan, serta mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Meski doa bisa dipanjatkan dimanapun dan kapan pun, lantas bagaimana hukum mengkhususkan saat sujud terakhir untuk berdoa?

Anggota Dewan Hisbah PP Persis, Ustaz Amin Muchtar menjelaskan, berdoa di waktu sujud boleh dilakukan pada sujud mana pun, bahkan di semua sujud. Sebab Nabi Muhammad SAW bersabda:

أمَّا فِي السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِيهِ الدُّعَاءِ ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

Artinya: "Adapun waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah kalian untuk berdo'a kepadaNya karena besar harapan untuk diijabah doanya." (HR Muslim).

Baca Juga: Adakah Harta Gono-gini dalam Islam? Ini Kata Ulama

"Berdasarkan hadis tersebut, maka Nabi Muhammad Saw tidak pernah membatasi, sekarang orang mengkhususkan (berdoa) di akhir. Selama tidak menafikan sujud-sujud yang lain maka berdoa di sujud terakhir tersebut boleh," kata Ustaz Amin dikutip dalam akun YouTube Sigabah Channel, Rabu (24/8/2022) pagi.

Menurut dia, hal tersebut sama seperti berdo'a dilakukan di awal terutama dilakukan saat berjamaah. Sehingga berdo'a dalam sujud boleh dilakukan di mana saja termasuk di akhir tanpa menafikan adanya doa di sujud-sujud yang lain.

Baca Juga: 7 Program Prioritas Kemenag Harus Dipahami ASN

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)