LANGIT7.ID, Jakarta - Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengungkapkan, penyampaian pesan dakwah melalui seni lebih mudah diterima masyarakat. Ini lantaran seni merupakan bahasa universal.
"Seni merupakan bahasa universal yang bisa digunakan lintas agama, lintas budaya, dan lintas etnis. Semua orang suka dan cinta terhadap seni meski dengan tingkat sensitivitas dan naluri yang berbeda," kata Kamaruddin saat membuka Workshop Penggalian Potensi Seni dan Budaya Islam di Jakarta baru-baru ini.
Lebih jauh, ia mendorong jajarannya terus menyebarkan moderasi beragama kepada masyarakat, salah satunya melalui pendekatan seni dan budaya.
"Seni dan budaya merupakan salah satu strategi menyampaikan pesan dakwah dan paham keagamaan moderat. Pendekatan seni dan budaya terbukti mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan bersama," tuturnya.
Baca Juga: 7 Program Prioritas Kemenag Harus Dipahami ASNSeni dan budaya, imbuhnya, merupakan instrumen dan sarana menyampaikan pesan-pesan kebaikan, kerukunan, dan kedamaian. Hal tersebut, dikatakannya, sejalan dengan ajaran Islam yang membawa kasih sayang bagi semesta alam.
"Sebagai warga bangsa mari gali dan potensi.seni dan budaya Islam untuk saling menghormati, menghargai, dan mencintai," ujar Guru Besar Ilmu Hadis UsisiIN Alauddin Makassar ini
Workshop Penggalian Potensi Seni dan Budaya Islam diikuti perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek. Dalam kegiatan yang digelar selama tiga hari itu, peserta mendapat pelatihan dari para budayawan, seniman hingga praktisi htmedia digital.
Sementara itu, Kasubdit Seni, Budaya, dan SAWSiar Keagamaan Islam,Sayid Alwi Fahmi mengatakan pihaknya berkepentingan menumbuhkembangkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Islam dengan tujuan membentuk seniman muda muslim yang berwawasan moderasi beragama.
"Melalui seni budaya, Islam disebarkan tanpa kekerasan," kata Sayid.
Baca Juga: Farel Prayoga Nyanyi Lagu Dewasa, Lagu Anak Dinilai Alami Kekosongan Karya(zhd)