LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri Keuangan
Sri Mulyani Indrawati mengatakan produk
keuangan syariah berbasis digital dapat menjadi solusi pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu, produk syariah juga menekan risiko berinvestasi pada
pelaku UMKM yang seringkali menjadi kendala bagi investor.
“Portofolio produk keuangan syariah yang tersedia bagi UMKM, antara lain pembiayaan, penjaminan, tabungan, transfer uang, dan layanan manajemen kas, yang dipadukan dengan teknologi digital berpotensi menjadi solusi bagi
pembiayaan UMKM,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Keuangan Islam Tahunan ke-6, Rabu (24/8/2022).
Baca juga: Adakah Jual Beli Saham Syariah?Dia melanjutkan, UMKM yang ingin mendapatkan
pembiayaan syariah biasanya memberikan seluruh informasi terkait usaha mereka kepada calon investor sehingga dapat mengurangi risiko bagi investor ke depannya.
“Pembiayaan syariah juga dapat dirancang tidak melalui skema leverage atau pinjaman, tetapi melalui pembiayaan berbasis ekuitas, sehingga risiko dapat benar-benar terstruktur,” imbuh Sri Mulyani dikutip dari Antaranews.
Selanjutnya, lembaga keuangan syariah besar pun dapat menyediakan dana yang jauh lebih murah, sedangkan lembaga keuangan mikro syariah dapat menyediakan dana langsung kepada UMKM melalui pembiayaan berbasis aset secara takaful.
Dengan modal demikian, maka lembaga keuangan ini tidak hanya memberikan layanan keuangan tetapi juga memberikan
edukasi kepada masyarakat.
“Dengan model ini lembaga keuangan mikro syariah dapat memiliki peran sentral tidak hanya dalam memberikan layanan keuangan, tapi juga memberikan teknis dan pembinaan serta mengatasi masalah risiko yang dirasakan UMKM dan investor,” katanya.
Baca juga: Dukung Industri Halal, Ustadz Yusuf Martak: Jangan Alergi SyariahMenurut Sri Mulyani, keuangan sosial syariah yang dapat memberikan pembiayaan lebih murah dapat meningkatkan ketahanan pelaku UMKM selama krisis keuangan.
“Dengan keuangan Islam berbasis digital ini kita juga bisa melacak perilaku UMKM, karakter pemiliknya, dan perkembangan asetnya. Ini semua adalah informasi yang sangat berharga sehingga model pembiayaan berisiko tinggi untuk UMKM dapat dikurangi secara signifikan,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia berkata kesulitan UMKM dalam mengakses layanan keuangan perlu terus diatasi sebab mereka termasuk kelompok yang ikut berkontribusi dalam pemulihan ekonomi Indonesia.
Terkait jumlahnya, mencapai hingga 60 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang menyerap 97 persen tenaga kerja.
Baca juga: Sinergi dengan BSI, Muhammadiyah Perkuat Penetrasi Keuangan Syariah“Desain program Pemulihan Ekonomi Nasional kita juga meletakkan pemulihan UMKM sebagai salah satu sektor yang paling pilar penting untuk diberi bantuan pemerintah, di samping sektor kesehatan dan proteksi sosial,” pungkas Sri Mulyani.
(est)