Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home global news detail berita

Sejarah Gang Dolly, Dulunya Lokasi Penyebaran Islam di Surabaya

mahmuda attar hussein Selasa, 30 Agustus 2022 - 15:30 WIB
Sejarah Gang Dolly, Dulunya Lokasi Penyebaran Islam di Surabaya
Makam ulama di Gang Dolly. (Foto: Antaranews).
LANGIT7.ID, Jakarta - Sejarah Gang Dolly jarang diketahui oleh masyarakat dan hanya dikenal tempat maksiat. Padahal dulunya tempat tersebut lokasi penyebaran agama Islam di Surabaya.

Terdapat Makam Mbah Kapiludin di Kupang Gunung Timur, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Tepatnya berada di bekas area lokalisasi Gang Dolly.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan, Mbah Kapiludin merupakan salah satu ulama penyebar agama Islam. Salah satu lokasi pusat syiarnya di Gang Dolly.

"Gang Dolly dulunya tempat berkembangnya Islam. Ada makam penyebar agama Islam yang luar biasa dan ini sejarahnya berhubungan dengan Sunan Ampel dan Mbah Karimah, Kembang Kuning," kata Ery dilansir Antaranews, Selasa (30/8/20220).

Baca Juga: 3 Makam Raja dan Ulama di Kompleks Masjid Paling Sering Dikunjungi

"Berarti apa? Ini bisa dikembangkan wisata religinya, dicampur wisata yang ada di Dolly. Nah, ini yang akan kami koneksikan," kata dia.

Menurut Ngadimin Wahab atau Abah Petruk, tokoh agama setempat, pada masa kawasan Kupang Gunung Timur masih berupa alang-alang, sudah banyak orang yang datang untuk berziarah ke Makam Mbah Kapiludin.

"Jadi dulu di sini sebelum ada kampung, masih glagah-glagah bong, sudah ada makam Mbah Kapiludin. Jadi, sebelum ada perkampungan itu setiap malam Jumat legi, makam Mbah Kapiludin sudah disekar (diziarahi) orang," kata Abah Petruk.

Menurut dia, sampai sekarang Makam Mbah Kapiludin masih sering diziarahi oleh warga, utamanya warga di sekitar Putat Jaya.

"Orang punya hajat sering mengadakan acara selamatan (kirim doa) di sini. Dulu yang punya lahan di sini sebelum meninggal saya sering dipanggil untuk acara pimpin doa selamatan," kata dia.

Sementara itu, Camat Sawahan M Yunus mengemukakan bahwa Mbah Kapiludin merupakan sesepuh yang ikut babat alas di kawasan Putat Jaya.

"Informasi awal yang kita dapat, Mbah Kapiludin ini masih keturunan Mbah Karimah, Kembang Kuning," kata Yunus.

"Kalau tahun 1965 sudah diziarahi, berarti ini kan seng (yang) babat alas, karena dulu kawasan ini bong semua. Kan tidak ada salahnya kita menghormati sesepuh yang babat alas di sini," kata dia.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)