LANGIT7.ID, Jakarta -
Hukum jual beli saat masuk waktu pelaksanaan
salat Jumat dinilai haram. Namun kondisi ini masih kerap dijumpai di pasar, warung makan bahkan pertokoan.
Padahal Allah SWT berfirman dalam Al Quran yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan
shalat pada hari jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (QS al Jumuah: 9).
Dr Muhammad az Zuhaili hafizhahullah dalam kitab beliau al Mu’tamad Fil Fiqhi Asy Syafi’i memberikan rincian tentang jual beli saat tiba pelaksanaan salat Jumat.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Masjid Keren di Jakarta untuk Salat Jumat Hari Ini1. Tidak Wajib SalatMereka yang tidak wajib salat boleh tetap melangsungkan jual beli. Semisal perempuan yang sedang haid. Tidak ada larangan bertransaksi meski di pertengahan salat sekali pun.
2. Makruh TanzihJual beli bisa dihukumi makruh tanzih bila salah satu dari yang sedang bertransaksi merupakan seorang wajib salat. Selain itu sudah masuk waktu awal Jumat, sebelum khatib duduk di atas mimbar atau adzan kedua berkumandang.
3. Dihukumi HaramJual beli haram dilakukan apabila dilakukan setelah imam duduk di atas mimbar dan muadzdzin telah mengumandangkan adzan keduanya. Kedua pihak yang bertransaksi akan berdosa sebagaimana dijelaskan dalam Surat al Jumuah ayat 9.
Kesimpulannya seorang muslim sebaiknya bersiap-siap ke masjid dan meninggalkan perniagaan mereka jelang masuk waktu pelaksanaan salat Jumat.
Jangan sampai pekerjaan atau perniagaan membuat seseornag lalai dari ibadah wajib tersebut. Justru lebih dianjurkan datang ke masjid saat awal waktu.
(bal)