LANGIT7.ID - , Jakarta - Secara umum
pemimpin merupakan orang yang memiliki posisi dominan dan berpengaruh dalam kelompoknya. Dalam Islam, pemimpin adalah pelayan rakyat yang memiliki
keikhlasan lahir dan batin, sehingga akan selalu mengarah ke jalan yang benar.
Surat As Sajdah ayat 24 menjelaskan,
"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Mereka meyakini ayat-ayat Kami." (QS. As Sajdah: 24).
Lantas, bagaimana kriteria pemimpin dalam Islam yang tepat untuk dipilih?
Baca juga: Makna Pendekkan Khutbah dan Panjangkan Salat, Ini Kata Buya YahyaPengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon,
Buya Yahya mengatakan ada lima
kriteria calon pemimpin yang wajib diketahui sebelum memutuskan untuk memilihnya.
Harus baik kepada Allah SWT
Menurut dia, untuk menjadi pemimpin yang baik kepada Allah SWT, maka gunakanlah cara yang benar dalam menarik hati masyarakat.
"Kalau engkau menjadi pemimpin dengan cara yang benar, maka ketahuilah Anda akan mendapatkan nilai A di hadapan Allah SWT. Jika ternyata engkau dipilih menjadi bupati atau
wali kota karena caramu benar untuk kemaslahatan, untuk menghentikan kemungkaran dan lainnya maka engkau akan mendapatkan kemuliaan," ujar Buya Yahya dikutip dari Al-Bahjah TV, Sabtu (3/9/2022).
Baik kepada sesama manusia
Menjadi pemimpin tidak cukup hanya dengan menjadi ahli
sujud dan
ibadah. Jika hanya baik kepada Allah tetapi tidak pernah terbukti baik dengan manusia maka ia tidak layak menjadi pemimpin.
Baca juga: Bagaimana Balasan Pendosa yang Sudah Dapat Hukuman di Dunia?"Kalau kegiatan sosialnya hebat tetapi tidak salat ini juga tidak benar," katanya.
Lihat siapa yang mengusungnya
Meskipun calon pemimpin itu baik kepada Allah dan juga manusia, tetapi Anda harus melihat juga siapa yang mengusungnya.
"Intinya, yang mengusung dia itu harus dari kelompok baik atau organisasi baik. Artinya yang mengenalkan umat kepada Allah SWT," tutur Buya Yahya.
Lepaskan kepentingan pribadi
Saat memilih lepaskan kepentingan pribadi seperti urusan bisnis. Buya Yahya berpesan untuk memilih calon pemimpin karena kriterianya, bukan dari janji.
"Jangan ada kepentingan pribadi, kalau ada mereka sudah tidak akan bisa jujur. Kalau ada calon menawarkan rezeki kepadamu jangan memilih dia," katanya.
Baca juga: Cara Didik Anak agar Patuh, Supaya Tidak Membangkang
Mengadulah kepada Allah SWT
Sebelum memutuskan untuk memilih, ada baiknya Anda mengadu terlebih dahulu kepada sang Khalik, untuk dibukakan pintu hati agar dapat memilih dengan tepat.
"Adukan kepada Allah dan memohon istikharah, sekaligus berdoa. Minta petunjuk kepada Allah untuk menentukan mana pemimpin yang baik dari yang terbaik. Nanti Allah akan memudahkannya," pungkas Buya Yahya.
(est)