LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah,
Buya Yahya, meminta umat Islam agar tidak mudah saling mengkafirkan sesama muslim hanya karena berbeda pendapat.
Buya Yahya mengatakan, sangat berbahaya jika suka mengkafirkan sesama muslim. Itu karena kekafiran bisa berdampak ke berbagai sendi kehidupan, seperti urusan waris hingga urusan pernikahan.
"Hendaknya kita waspada dari mengkafir-kafirkan seseorang, sehingga sesuatu yang sudah yakin jangan betul-betul dibatalkan dengan sesuatu yang belum yakin," jelas Buya Yahya melalui Al-Bahjah Tv, dikutip Sabtu (3/9/2022).
Baca Juga: Toleransi ala PPMI Assalaam: Damai kepada Muslim, Non-Muslim, dan Pemerintah
Buya Yahya menegaskan, saling menghargai pendapat harus dibiasakan. Jika seorang muslim masih beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka dia belum keluar dari Islam. Apalagi jika orang itu lahir dari keluarga muslim dan tinggal di lingkungan orang Islam.
"Lah kok gara-gara begini langsung kita keluarkan dari Islam. Kalau anda ingin mengikuti sebagian yang mengatakan jangan bersumpah atas selain nama Allah, itu pendapat. Meski demikian jangan kita mengumbar kata kufur, kata syirik, hati-hati. bahaya sekali mudah mengkafirkan dan mensyirikkan," tegas
Buya Yahya.Buya Yahya mencontohkan terkait masalah bersumpah atas nama Allah yang membuat sekelompok orang mengkafirkan muslim yang lain. Dalam Mazhab Syafi'i, kata dia, orang yang bersumpah selain nama Allah seperti nama nabi, malaikat, atau orang shalih hukumnya makruh. Itu karena tujuan mereka untuk pengagungan.
"Jika tujuannya untuk pengagungan hukumnya adalah makruh, tidak sampai pada haram, apalagi syirik," kata Buya Yahya.
Baca Juga: Apakah Setiap Muslim Akan Masuk Surga tapi Disiksa Dulu di Neraka?Ada pula yang berpendapat bersumpah atas nama selain Allah maka hukumnya haram bahkan sampai pada derajat syirik. Menurut Buya Yahya, itu hanya perbedaan pendapat di antara para ulama.
"Jadi, kalau anda termasuk yang mengambil pendapat yang mengatakan itu syirik, jangan mudah mengkafirkan orang yang berbeda dengan anda," pungkas Buya Yahya.
(jqf)