Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Masjid Sultan Suriansyah, Saksi Penyebaran Islam di Tanah Banjar

Garry Talentedo Kesawa Kamis, 08 September 2022 - 08:50 WIB
Masjid Sultan Suriansyah, Saksi Penyebaran Islam di Tanah Banjar
Masjid Sultan Suriansyah berlokasi di dekat Sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Foto: Istimewa
LANGIT7, Jakarta - Kota Banjarmasin memiliki sebuah situs bersejarah berupa bangunan masjid bernama Masjid Sultan Suriansyah. Tempat ibadah yang dibangun pada 1526 itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan terutama yang gemar berwisata religi dan menekuni cerita bersejarah.

Masjid Sultan Suriansyah berlokasi di dekat Sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Masyarakat setempat ada yang menyebutnya Masjid Kuin. Masjid yang berusia hampir 5 abad itu merupakan saksi bisu penyebaran agama Islam di tanah Banjar, yang kini 98 persen penduduknya memeluk agama Islam.

Baca Juga: Masjid Sahid, Pengingat Ibadah di Tengah Hiruk Pikuk Ibu Kota

Dari segi arsitektur bangunan, masjid ini memiliki corak perpaduan budaya khas tradisional Banjar dan Demak. Yakni, berupa rumah panggung berbahan dasar kayu ulin dan beratap tumpang tiga dengan hiasan mustaka pada bagian atapnya. Atap tumpang tiga ini sangat mirip dengan Masjid Agung Demak yang lebih dulu dibangun pada 1474.

Pada bagian interior masjid terdapat mimbar dari kayu ulin yang memiliki lengkungan berhias kaligrafi Arab. Di bawah tempat duduk mimbar terdapat undak-undak berjumlah sembilan yang dihiasi ukiran dengan motif sulur, kelopak bunga, dan arabes.

Penyematan nama Sultan Suriansyah pada masjid itu tak lepas dari sejarah panjang yang menyertainya. Awalnya, Sultan Suriansyah dikenal dengan nama Pangeran Samudera yang merupakan cucu dari Maharaja Sukamara, raja Kerajaan Negara Daha (kini masuk wilayah Kabupaten Hulu Selatan).

Baca Juga: KARIB Helat Kajian Akbar Perdana di Masjid Islamic Center Tangsel

Sebelum meninggal, Maharaja Sukamara berwasiat agar yang naik tahta menggantikan dirinya adalah Pangeran Samudera, yang merupakan putra dari anak perempuan Maharaja Sukamara, yakni Puteri Galuh, hasil pernikahan dengan Menteri Jaya.

Tetapi, putra Maharaja, Pangeran Tumenggung dan Pangeran Bagalung tidak menyetujui keputusan itu. Karena jika mengikuti jalur tradisi, pengganti raja yang mangkat seharusnya putera kandungnya.

Singkat cerita, suasana kerajaan memanas. Keselamatan Pangeran Samudera pun terancam. Atas inisiatif seorang punggawa bernama Arya Trenggana, Pangeran Samudera diminta untuk meninggalkan istana.

Baca Juga: Proyek Mohammed bin Salman, Target Perbaiki 130 Masjid di Saudi

Pangeran Samudera mematuhi permintaan itu dan memulai pelarian dengan menyamar menjadi nelayan. Tak disengaja ia bertemu dengan Patih Masih di perkampungan Kuin. Ia lalu diangkat menjadi raja Kerajaan Banjar dan melepaskan diri dari Kerajaan Negara Daha.

Kepiawaian memimpin Pangeran Samudera berhasil memperluas wilayah kekuasaannya sampai daerah Muara Barito. Namanya pun kemudian dikenal banyak orang hingga sampai ke telinga Pangeran Tumenggung.

Pangeran Tumenggung yang tidak terima keponakannya menjadi raja, mengarahkan pasukannya untuk berperang melawan Pangeran Samudera.

Baca Juga: Mengunjungi Masjid Hidayatullah, Cagar Budaya Perpaduan 3 Kultur

Dalam peperangan itu, Pangeran Samudera mengalami kekalahan kemudian meminta bantuan pada Kerajaan Demak. Permintaannya dikabulkan namun dengan syarat apabila pihak Pangeran Samudera yang menang, ia beserta rakyatnya harus memeluk agama Islam.

Akhirnya, Pangeran Samudera beserta pasukan berhasil menaklukkan lawan di medan perang. Sesuai janji, ia dan rakyatnya masuk agama Islam dan mengganti nama menjadi Sultan Suriansyah. Ia mencatat sejarah sebagai orang pertama dari kalangan Kasultanan Banjar yang memeluk Islam dan membangun masjid yang diberi nama Masjid Sultan Suriansyah.

Baca Juga:

Masjid Babuttaqwa Aceh Sediakan Fasilitas Air Siap Minum

Hukum Minta Sumbangan untuk Masjid di Jalan, Begini Tanggapan MUI

Masjid Raya Unpad Luncurkan Program Baca Al-Quran 1 Juz per Hari


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)