LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 3 alasan istri tak boleh suruh suami mengerjakan tugas
rumah tangga. Apalagi sampai memerintahkan kepala keluarga tersebut mengambil alih tugas tersebut.
Penceramah
Buya Yahya menegaskan, suami diperbolehkan untuk mengerjakan atau membantu tugas di dalam rumah tangga. Tugas itu termasuk memasak, bersih-bersih, dan lainnya.
"Namun kita harus ubah kalimatnya dong. Jangan suruh-suruhan, tapi mintalah tolong kepada suami dengan bahasa yang sopan," jelas dia dikanal YouTubenya, dikutip Kamis (8/9/2022).
Baca Juga: Adab Pertengkaran Suami Istri, UAH: Sikapi dengan KetenanganMenurutnya, bahasa perintah yang dituturkan istri kepada suami bisa dianggap sebagai bentuk merendahkan harga diri. Sehingga hal itu perlu dihindari, walaupun istri memiliki pekerjaan atau profesi yang lebih hebat.
"Dengan bahasa cinta, jangankan untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Suami bahkan rela untuk naik ke puncak gunung demi istrinya," ujarnya.
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini menambahkan, menjalin hubungan harmonis dalam rumah tangga bukanlah perkara sulit. Hanya saja ego masing-masing yang terkadang menjadi masalah baru dalam rumah tangga.
Dia menegaskan, suami juga perlu bekerja keras untuk memenuhi kewajibannya dalam memberi nafkah. Pasalnya, istri boleh saja meminta cerai ketika suami sudah gagal dan tidak bisa memberikannya nafkah.
"Jadi istri boleh meminta tolong kepada suaminya untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Tapi drngan bahasa dan irama tolong-menolong, bukan dengan perintah-memerintah," tambahnya.
(bal)