Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen untuk mengembangkan kawasan budidaya udang terintegrasi (
shrimp estate) di wilayah tersebut. Perjanjian kerja sama antara KKP dan Kabupaten Kebumen terkait pengembangan
shrimp estate merupakan yang pertama di Indonesia.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan ke depan pembangunan kawasan budidaya udang dikelola secara modern dan baik. Standar kualitas seperti instalasi, kualitas air, hingga kualitas kawasan pesisir (di depan lokasi
shrimp estate) harus penuh dengan hutan mangrove agar tidak terjadi abrasi.
"Saya meyakini jika model ini berhasil, maka dapat dikembangkan di wilayah lain menggunakan model yang sama dengan pengembangan potensi budidaya di masing-masing wilayah. Harus jadi inspirasi, pembangunan dihasilkan dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah seperti ini, apalagi di pesisir nantinya kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat pesisir," kata Menteri KKP di Jakarta, Kamis (12/8).
Baca juga:
Laut Indonesia Bebas Cantrang, Menteri KKP Apresiasi NelayanShrimp estate merupakan skema budidaya udang berskala besar di mana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan. Proses produksinya pun didukung oleh teknologi agar hasil panen lebih optimal, mencegah penyakit, serta lebih ramah lingkungan.
Hal tersebut sesuai dengan konsep budidaya terintegrasi yakni dengan pendekatan konsep hulu-hilir, korporasi perikanan budidaya berbasis kawasan dan
zero waste, hilirisasi produk perikanan budidaya, akuakultur modern 4.0, serta pengelolaan kawasan budidaya tambak udang secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh unsur, baik pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, dan pihak swasta.
Lebih lanjut, Trenggono menjelaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari salah satu program prioritas KKP, yakni pengembangan perikanan budidaya untuk meningkatkan ekspor didukung riset kelautan dan perikanan, yang sejalan dengan target peningkatan nilai ekspor udang nasional sebesar 250 persen pada 2024.
"Kabupaten Kebumen memiliki potensi untuk pengembangan budidaya udang vaname melalui skema kawasan budidaya tambak udang terintegrasi. Harapannya melalui kerja sama ini, Kabupaten Kebumen menjadi pelopor budidaya udang yang modern di Indonesia dengan hasil produktivitas dan kualitas yang tinggi, karena adanya campur tangan teknologi dan perencanaan bisnis yang matang dalam pelaksanaannya," terangnya.
Baca juga:
Antisipasi Dampak Tsunami, KKP Tanam Ribuan Cemara LautSetelah adanya penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan
shrimp estate di Kebumen, ground breaking rencananya dilakukan pada Desember 2021.
"Ini menjadi suatu kebanggaan bagi Kabupaten Kebumen. Kami akan berkomitmen dalam pembangunan
shrimp estate ini sehingga dapat bermanfaat bagi masyatakat," ujar Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.
Sebagai informasi, Indonesia selama kurun waktu 2015-2020 berkontribusi sebesar 6,9 persen terhadap pemenuhan pasar udang dunia. Pada tahun 2019, Indonesia berada di urutan kelima eksportir udang dunia dan di tahun 2020 total volume udang Indonesia di pasar dunia sebesar 7,15 persen.
(zul)