LANGIT7.ID, Jakarta - Salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan yang luar biasa adalah
salat duha. Di antara Keutamaan salat duha adalah, orang yang mengerjakannya berpeluang mendapatkan ampunan Allah atas dosa-dosanya pada masa lalu.
Hal tersebut sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadits berikut:
“Siapa yang membiasakan diri (untuk menjaga) salat duha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (H.R. At-Tirmidzi).
Salat duha dikerjakan paling sedikit 2 rakaat atau kelipatannya hingga 8 rakaat atau lebih.
Baca Juga: Berikut Keutamaan Salat Duha dan Tata Caranya
Pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan, waktu duha masuk saat matahari mulai naik kurang lebih tujuh hasta mulai dari terbitnya matahari Sampai waktu dhuhur.
Waktu salat duha terbentang sejak matahari naik hingga condong ke barat. Di Indonesia, waktu ini terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu dzuhur.
“Salat duha itu, pertama waktunya. Waktunya dimulai sejak syuruq atau awal duha, perjalanan matahari yang bergerak dari terbit sampai tegak terbitnya,” kata UAH di Akhyar TV, dikutip Senin (12/9/2022)
Menurut UAH, waktu terbaik melaksanakan salat duha adalah saat waktu syuruq atau awal duha. Dia menyarankan, setelah selesai salat subuh bisa berdzikir atau membaca Al-Qur’an sambil menunggu waktu syuruq. Setelah itu, salat duha.
Baca Juga: Keutamaan Salat Duha Bila Dikerjakan di Waktu yang Tepat
“Enggak langsung beranjak, jadi setelah dua rakaat Subuh, enggak langsung pulang, duduk dulu. Ada yang ngaji, ada yang ikut ta’lim, ada yang tilawah, ada yang hafalan (Al-Qur’an), sampai tiba awal duha yang disebut dengan syuruq itu,” ucap UAH.
Dia mengatakan, jika melaksanakan salat duha pada waktu syuruq atau awal duha, maka akan mendapatkan pahala yang senilai haji dan umrah.
“Jangan dipahami sudah haji dan umrah. Tetapi, dipahaminya pahala yang senilai itu. Tapi belum tentu dapat kemuliaan salat misalnya di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, kemudian yang lainnya tapi pahalanya baik,” ujar UAH.
Syekh Muhammad bin Abdullah Al-Kharasyi Al-Maliki dalam Syarh Mukhtashar Khalil, menerangkan terdapat tiga waktu antara terbit hingga tergelincirnya matahari.
Pertama, waktu dhohwah, yaitu waktu saat matahari terbit hingga naik. Kedua, waktu duha, yaitu waktu ketika naiknya matahari hingga tepat di atas langit. Ketiga, waktu dhaha yang dimulai sejak habis waktu duha hingga tergelincir matahari.
Baca Juga: Manfaat Rutinkan Salat Duha 2 Rakaat, Bikin Wajah Lebih Cerah
Jika dikonversi berdasarkan waktu salat di Jabodetabek, waktu awal duha adalah waktu syuruq (terbitnya matahari) ditambah 15 hingga 20 menit. Misalnya, jika waktu syuruq (terbit) adalah pukul 05.53, maka setelah ditambah 20 menit waktu duhanya adalah pukul 06.13. Demikian pula menentukan waktu akhir salat duha, yaitu sekitar 15 menit sebelum salat zuhur.
(jqf)