LANGIT7.ID - , Jakarta - Baru-baru ini muncul pernyataan tentang asal usul
Nabi Muhammad SAW yang menuai kontroversi. Ada yang menyebutkan Rasulullah berasal dari
Mesir.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang ahli Mesir Kuno, Wassim al-Sisi. Ia mengatakan, Rasulullah memiliki
nasab orang Mesir dan penduduk Negeri
Piramida itu adalah keturunannya.
Baca juga: Kisah Naning, Mualaf Setelah Dengar Nubuat Nabi Muhammad di Alkitab“Nabi Muhammad adalah putra Abdul Manaf, yang berasal dari Mesir, berarti Nabi keturunan Mesir, dan orang Mesir adalah keturunannya. Tuhan kita memilih al-Kinana (Tanah Mesir), dan kemudian Dia memilih Banu Abd Manaf, kemudian (suku) Quraisy, dan dari Quraisy, Dia memilih Bunu Hasyim. Siti Hajar, seorang wanita yang dihormati dalam Islam adalah putri kami dan cucu perempuan kami," ujar Sisi, melansir dari Al-Monitor, Selasa (13/9/2022).
Pernyataan ini membuat banyak orang kebingungan. Diketahui, seluruh umat Islam selama ini mengetahui, Rasulullah lahir di Mekkah dan merupakan putra Abdullah.
Menurut arkeolog dan ahli Mesir Kuno, Ahmad Amer, klaim Sisi tidak mendasar bahkan tak disebutkan pula dalam Al-Qur'an atau hadist.
"Jika Nabi benar-benar berasal dari Mesir, dia akan kembali ke tanah, seperti yang dia lakukan ketika dia kembali ke Mekkah al-Mukarramah. Nabi tidak pernah menyebutkan atau mengisyaratkan bahwa dia memiliki akar Mesir," tutur Amer.
Baca juga: Cek Fakta Ratu Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad SAWSementara itu, anggota Komite Sejarah dan Purbakala Dewan Tertinggi Kebudayaan Mesir, Abdel Rahim Rihan mengatakan, menurut hadits, garis keturunan Rasulullah jelas tanpa keraguan.
"Al-Kinana yang disebutkan dalam hadits mulia mengacu pada suku Banu Kinana, yang Nabi berasal. Itu berbasis di Semenanjung Arab. Saat ini, beberapa suku hadir di Irak, Yordania, Mesir, Sudan, dan Palestina, dan pada tingkat yang lebih rendah di Tunisia, Maroko, Suriah, dan Yaman," ucap Rihan.
Kendati demikian, seorang profesor yurisprudensi di Universitas Al-Azhar, Fathia al-Hanafi berpendapat, mungkin untuk melacak garis keturunan Nabi Muhammad di Mesir karena kekerabatan Rasulullah dengan Nabi Ismail.
"Siti Hajar adalah seorang Mesir, istri Nabi Ibrahim dan ibu dari putranya Ismail. Nabi Ibrahim dan Siti Hajar serta putra mereka Ismail pindah dari Mesir ke Mekkah di mana mereka menetap di sebuah lembah yang tidak digarap oleh (yang kemudian menjadi) Masjid al-Haram,” kata Hanafi.
Baca juga: Pakar Kristologi Unair: Nubuat Nabi Muhammad Diungkap dalam Perjanjian Lama(est)