LANGIT7.ID - , Jakarta - Sutradara Joshua Seftel merilis
film dokumenter berdurasi 30 menit sebagai upaya memerangi i
slamofobia. Film ini sendiri diangkat dari kisah nyata seorang mualaf, Richard McKinney yang semula ingin meledakkan sebuah masjid tapi berujung dirinya mengucap kalimat
syahadat.
Film berjudul "Stranger at The Gate" ini ditayangkan di saluran YouTube The New Yorker, Rabu (14/9/2022) kemarin. "Stranger at The Gate" menekankan pada perjalanan seorang senior dan pensiunan Marinir Ball State yang pernah bertugas di
Afghanistan dan
Irak, yang berencana meledakkan sebuah
masjid.
Namun, dalam kunjungan pertamanya itu, bukan musuh yang ditemuinya, McKinney malah disambut dengan tangan terbuka di Islamic Center of Muncie.
Baca juga: Ledakan Bom di Masjid Kabul, 10 Orang Meninggal Dunia Termasuk Ulama TerkemukaAnggota aktif masjid, Bibi Bahrami dan suami, mengundang McKinney ke rumah mereka untuk makan malam. Sebelum itu keduanya mendengar desas desus motif McKinney dari sesama Muslim di wilayah tersebut.
Namun, pasangan pengungsi dari Afghanistan dan sudah menetap di Amerika Serikat sejak 1980-an ini, melihat sisi rentan dari McKinney.
“Saya bisa melihat kerentanan dalam dirinya,” kata Bibi Bahrami tentang McKinney. "Dia membutuhkan rasa hormat dan dia perlu didengar." dikutip dari Religion News, Jumat (16/9/2022).
Seftel mengatakan cerita McKinney sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Ini adalah kisah perpecahan dan kebencian yang beredar di seluruh dunia. Ini menunjukkan perubahan itu mungkin.” kata Seftel yang juga menjadi kontributor di "This American Life" dan komentator di "Sunday Morning" CBS.
Baca juga: Kisah Arnita Jadi Mualaf, Berawal dari Video Ceramah Zakir NaikFilm ini banyak bercerita tentang keramahan Muslim kepada orang lain. Bahrami mengatakan dia dibesarkan di sebuah rumah di mana orang tuanya sering membawa pulang orang asing. Bahkan, suaminya pun melakukan hal itu selama menjalani praktiknya sebagai seorang dokter.
McKinney mengatakan dia sama sekali tidak siap akan sambutan yang diterima.
“Saya tidak mengharapkan itu. Saya berharap untuk diadili. Saya berharap dipandang seperti saya bukan manusia karena tidak mengikuti jalan Islam. Tapi saya tidak mendapat itu. Saya diperlakukan seperti bagian dari mereka," kata McKinney.
Usai kunjungan itu, dua bulan berselang McKinney memutuskan menjadi
mualaf. Dia bahkan menjabat sebagai Presiden Islamic Center Muncie selama dua tahun.
“Saya harus percaya itu adalah rencana Tuhan,” kata McKinney. “Dengan jumlah kebencian yang saya miliki, saya masih harus bergulat dengannya. Itu pasti rencana Tuhan.”
Saat ini, McKinney bekerja sebagai pelatih keterampilan hidup untuk perusahaan yang fokus pada
kesehatan mental. Dia pun menceritakan kisahnya di banyak tempat. Salah satunya di koran lokal, di mana kemudian Seftel membacanya.
Baca juga: Kisah Pak Yo, Pendeta Asal Semarang Putuskan Jadi Mualaf“Fakta bahwa Richard McKinney, yang ingin mengebom sebuah masjid dan melakukan pembunuhan, sekarang dapat berteman dengan orang-orang yang ingin dia bunuh dan fakta bahwa anggota masjid dapat memaafkannya dan menjadi teman, maka segalanya mungkin terjadi,” Seftel dikatakan. “Itulah mengapa aku menyukai cerita ini.”
"Stranger at The Gate" adalah batu penjuru dalam serangkaian posting video pendek yang dibuat Seftel berjudul "The Secrets Live of Muslims" yang tayang di Vox.com dan di situs media lainnya.
Setelah memenangkan hadiah di Festival Film Tribeca, film dokumenter tersebut akan diputar pada musim gugur ini di Boston, New York dan Los Angeles, dan kota-kota lain.
(est)