LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (Lakpesdam NU) Pontianak, Budiyono, menilai pendidikan berbasis implementasi merupakan solusi pembelajaran di masa pandemi.
Budiyono lalu menyampaikan solusi transformasi pendidikan. Pertama, perlu pengembangan kurikulum secara kontekstual. Dalam hal ini, harus ada pendekaan filsafat pendidikan yakni pendekatan filsafat naturalis, siswa belajar dengan alam dan lingkungannya.
Kedua, pembelajaran berbasis sosio kultural. Pembelajaran ini membuat siswa belajar langsung dengan kehidupan nyata di lingkungan masyarakat berdasarkan pada kurikulum pelajaran yang ada, sehingga pembelajaran siswa tidak kaku.
Ketiga, implementasi dalam seluruh aspek kehidupan siswa. Pembelajaran ini menjadikan tenaga pendidik dan orang tua mengajarkan siswa menghormati orang tua, seperti ketika ingin pergi bermain meminta izin terlebih dahulu. Dengan demikian, orang tua tidak perlu melihat teori-teori.
Keempat, pembelajaran berbasis social responsibility. Pembelajaran model ini termasuk ke dalam aksi kemanusiaan. Siswa bisa terjung ke lapangan agar bisa bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat saat ini.
“Contohnya, siswa perlu mengikuti kegiatan di masyarakat, ketika kerja bakti, atau pelaksanaan fardhu kifayah, sehingga siswa praktik langsung dan tidak bosan. Inilah solusi berdasarakan presepektif saya dengan basis impelementasi,” kata Budiyono, dikutip dari lama resmi NU, Sabtu (14/8/2021).
Budiyono tidak memungkiri jika pembelajaran berbasis teknologi sangat penting saat ini. Maka dari itu, pendidik harus memanfaatan teknologi informasi dalam mendesain model pembelajaran berbasis daring. Pendidik harus beradaptasi dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Itu satu hal mutlak. Dalam hal ini, perlu pembiasaan membuat TIK menjadi fungsional dalam pembelajaran.
“Kita sebagai dosen atau guru tentu mendesain pembelajaran daring berbeda dengan ketika tatap muka, bagaimana mengolah pola komunikasi yang sangat berbeda, maka butuh kecermatan sebagai pendidik dalam mendesain pola pembelajaran yang tepat,” kata Budiyono.
(jqf)