Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Krisis Pangan Memburuk, Nyaris Satu Juta Orang Hadapi Kelaparan

Garry Talentedo Kesawa Kamis, 22 September 2022 - 14:05 WIB
Krisis Pangan Memburuk, Nyaris Satu Juta Orang Hadapi Kelaparan
Ilustrasi kelaparan akibat krisis pangan dunia. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7, Jakarta - Hampir satu juta orang di Afghanistan, Ethiopia, Sudan Selatan, Somalia, dan Yaman kelaparan. Setidaknya negara-negara tersebut akan menghadapi kelaparan tahun ini tanpa adanya bantuan seiring memburuknya krisis pangan global.

Hal demikian disampaikan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Konflik lokal dan cuaca ekstrem tetap menjadi pendorong utama kelaparan akut. Tahun ini diperparah dengan ketidakstabilan ekonomi terkait dengan efek dari pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Pemerintah Genjot Peningkatan Produksi Kedelai Dalam Negeri

"Kekeringan parah di Tanduk Afrika telah mendorong orang-orang ke jurang kelaparan. Kerawanan pangan akut meningkat dengan cepat dan menyebar ke seluruh dunia. Tanpa respons kemanusiaan yang ditingkatkan secara besar-besaran, situasinya kemungkinan akan memburuk dalam beberapa bulan mendatang," demikian pernyataan FAO pada, Kamis (22/9/2022).

Meskipun harga komoditas pertanian global telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, harga pangan lokal di beberapa negara tetap tinggi dan berisiko naik kembali jika kesepakatan yang ditengahi PBB untuk meningkatkan pengiriman gandum dan pupuk Rusia dan Ukraina gagal. Ukraina merupakan eksportir biji-bijian terbesar keempat di dunia, sementara Rusia menempati urutan ketiga untuk ekspor biji-bijian dan pertama untuk ekspor pupuk.

Baca Juga: 22 Juta Penduduk Pakistan Krisis Pangan Akibat Banjir Bandang

Menurut laporan FAO yang ditulis bersama dengan Program Pangan Dunia PBB (WFP), harga makanan, bahan bakar, dan pupuk yang tinggi telah memaksa negara-negara maju untuk memperketat kebijakan moneter. Hal ini telah meningkatkan biaya kredit untuk negara-negara berpenghasilan rendah, membatasi impor mereka, dan memaksa mereka untuk menerapkan langkah-langkah penghematan.

"Tren ini diperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, dengan kemiskinan dan kerawanan pangan akut meningkat lebih lanjut, serta risiko kerusuhan sipil didorong oleh meningkatnya keluhan sosial-ekonomi," demikian bunyi laporan tersebut.

Baca Juga:

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Pemerintah Gelontorkan Bansos

Jokowi Dorong Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Tanaman Pangan

Maruf Amin: Jihad Ekonomi Solusi dari Dampak Krisis Global


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)