LANGIT7.ID, Jakarta - Imam Besar
Al-Azhar Mesir Syaikh Ahmed El-Tayyeb mencatat sejarah baru dengan mengangkat seorang wanita sebagai penasihat. Perempuan itu adalah Nahla El-Saidi.
Nahla El-Saidi merupakan Dekan Sekolah Tinggi Ilmu Islam
Al-Azhar sekaligus Kepala Pusat Pengembangan Mahasiswa Internasional.
Dia akan menjadi Penasihat Imam Besar untuk urusan kedutaan. Ini menunjukkan adanya keterbukaan dalam institusi intelektual keagamaan yang berdiri sejak 970 Masehi tersebut.
"Perempuan adalah dasar untuk membangun keluarga yang saleh dan masyarakat yang beradab," ujar El-Tayyeb dalam sebuah tweet dilansir Ahram, Kamis (22/9/2022).
Baca Juga: Al-Azhar Kairo: Didirikan Dinasti Fatimiyah, Kini Jadi Duta AhlussunnahEl-Tayyeb menjelaskan bawha Islam memberikan penghargaan dan rasa hormat tinggi kepada perempuan. Selain itu hubungan antara pasangan yang sudah menikah juga harus didasarkan pada cinta, saling menghormati dan belas kasih.
"Karena seorang istri adalah ibu dari anak-anak seorang pria, penjaga rahasianya dan sumber kebahagiaan," ujarnya.
Keputusan El-Tayyeb datang setelah Presiden Abdel-Fattah El-Sisi mengizinkan perempuan untuk bekerja di posisi yudisial dalam Dewan Negara dan di Penuntutan Umum.
Dua badan peradilan tersebut sampai saat ini secara eksklusif mengedepankan peran laki-laki.
Keputusan El-Sisi bertujuan untuk sepenuhnya menegakkan hak konstitusional untuk memastikan kesetaraan dan non-diskriminasi di berbagai posisi dan di semua bidang, menurut pernyataan sebelumnya oleh Kementerian Kehakiman.
(bal)