LANGIT7.ID, Jakarta - Saat hijrah ke Madinah, umat Islam mengalami kondisi perekonomian yang sangat memprihatinkan. Pakar Sejarah Islam, Ustadz Budi Ashari, menyebutkan, setidak ada tiga tantangan ekonomi yang dihadapi umat Islam kala itu.
“Kesulitan ekonomi itu memang sengaja didesain oleh orang-orang kafir Quraisy agar ketika muslimin pindah ke Madinah, mereka dalam keadaan serba sulit,” kata Ustadz Budi Ashari dalam webinar Sirah Nabawiyah yang diadakan Unida Gontor, Kamis malam (22/9/2022).
Budi Ashari menguraikan tiga masalah perekonomian yang dihadapi umat Islam kala itu, di antaranya:
1. Perekonomian Madinah Jauh di Bawah MakkahMasalah pertama yang dihadapi umat Islam kala itu adalah kondisi perekonomian Madinah yang jauh di bawah Makkah. Sebelum era Islam, orang Madinah yang datang ke Makkah selalu diejek dan dihina oleh orang Makkah, karena kondisi ekonomi mereka yang rendah.
Baca Juga: Pameran Hijrah di Arab Saudi, Simulasikan Peristiwanya Jadi Lebih Nyata
“Artinya muslimin pindah dari ekonominya baik, kepada negeri yang ekonominya di bawah. Ini luar biasa, pelajaran mahal. Tapi yang turun secara ekonomi justru bisa memimpin dunia, bahkan memimpin secara perekonomian,” kata Budi Ashari.
2. Penduduk Miskin BertambahMasalah kedua yang dihadapi umat Islam adalah pertambahan penduduk. Ekonomi Madinah sejak awal sudah di bawah rata-rata, ditambah lagi umat Islam yang hijrah ke kota tersebut.
Umat Islam yang hijrah ke Madinah datang tidak membawa apa-apa. Mereka tidak membawa harta sedikitpun dari Makkah. Ini menjadi masalah, karena penduduk Madinah Sudah miskin, ditambah masyarakat muslim datang dalam keadaan miskin.
“Pertambahan penduduk, yang tadinya saja keadaan ekonomi di bawah dibanding Makkah, kemudian harus mendapatkan beban pertambahan penduduk,” ujar Budi Ashari.
3. Perekonomian Madinah Dikuasai YahudiSalah satu rukun ekonomi adalah kekuatan pasar. Pasar di kota Madinah semua dikuasai oleh Yahudi. Kedua, kafir Quraisy memiliki hubungan spesial dengan orang Yahudi.
Baca Juga: Enam Pemuda Ini Jadi Pembuka Hijrahnya Nabi ke Madinah
“Sehingga, orang-orang Quraisy menggunakan hubungan dan kekuasaan itu untuk bekerjasama dengan yahudi memberikan tekanan perekonomian kepada muslimin,” kata Budi Ashari.
Berbicara soal produksi pun sama. Orang Yahudi lebih dulu datang ketimbang Suku Aus dan Khazraj dari Yaman. Orang-orang Yahudi menempati tempat-tempat subur di Madinah, sehingga suku Aus dan Khazraj hanya menempati tempat gersang.
“Jadi, secara ekonomi di awal-awal Madinah itu mengalami tekanan yang luar biasa secara perekonomian,” kata Budi Ashari.
(jqf)