Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Bolehkah Sembunyikan Kondisi Penyakit pada Penderitanya?

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 24 September 2022 - 12:02 WIB
Bolehkah Sembunyikan Kondisi Penyakit pada Penderitanya?
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Perasaan terkejut, sedih, stres dan lainnya tentu dialami oleh setiap orang. Terlebih saat mendapat diagnosa penyakit yang terbilang parah, sehingga membuat kondisinya malah memburuk.

Karena itu, bagi sebagian anak memilih untuk menyembunyikan kondisi kesehatan orang tuanya, khususnya mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis. Alasannya adalah tak ingin membuat orang tua makin stres.

Baca juga: Begini Cara Muslimah Sudah Menikah Berbakti pada Orang Tua

Lalu, bolehkah seorang anak menyembunyikan fakta kesehatan orang tua?

Pembina Yayasan Indonesia Bertauhid, Ustaz Raehanul Bahraen mengatakan boleh menyembunyikan penyakit seseorang kepadanya, terlebih demi kebaikannya.

"Tergantung keadaan orang itu, kalau orangnya tiba-tiba yang tidak kuat mental, tidak siap menerima kenyataan, maka tidak usah dikasih tahu, tidak apa-apa," ujar Ustaz Raehanul dalam sebuah kajian di Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Namun, lanjut dia ketika orang tersebut memiliki mental yang kuat maka sebaiknya beritahukan fakta sebenarnya.

"Tetapi kalau dia orang yang terima kenyataan, artinya setelah dijelaskan dihibur, disebutkan nikmat akhirat dan pahalanya ketika bersabar maka itu bisa dilakukan," katanya.

Baca juga: Pengendalian Emosi Remaja Butuh Peran Orang Tua dan Sekolah

Lebih lanjut, ustaz yang juga berprofesi sebagai dokter umum itu menceritakan kisah yang dialaminya. Bahwa, ia dan keluarga juga pernah melakukan hal demikian.

"Dan ini saya praktekkan dulu, ketika Bibi saya kena Covid. Saya urus sampai masuk ke rumah sakit, sampai masuk ICU. Kita di sana tidak kasih tahu kalau dia covid, karena kita tahu dia psikologinya orang yang kagetan, naik pesawat saja dia tidak berani. Jadi kita tidak kasih tahu Setelah sembuh baru kita kasih tahu. Intinya, tergantung mental orang tersebut," pungkas alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta itu.

Baca juga: Kunci Mendidik Anak: Kehadiran Orang Tua, Jujur, dan Terus Belajar

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)