LANGIT7.ID - , Jakarta - Perasaan terkejut, sedih,
stres dan lainnya tentu dialami oleh setiap orang. Terlebih saat mendapat
diagnosa penyakit yang terbilang parah, sehingga membuat kondisinya malah memburuk.
Karena itu, bagi sebagian anak memilih untuk menyembunyikan kondisi kesehatan orang tuanya, khususnya mereka yang memiliki riwayat
penyakit kronis. Alasannya adalah tak ingin membuat orang tua makin stres.
Baca juga: Begini Cara Muslimah Sudah Menikah Berbakti pada Orang TuaLalu, bolehkah seorang anak menyembunyikan fakta
kesehatan orang tua?
Pembina Yayasan Indonesia Bertauhid,
Ustaz Raehanul Bahraen mengatakan boleh menyembunyikan penyakit seseorang kepadanya, terlebih demi kebaikannya.
"Tergantung keadaan orang itu, kalau orangnya tiba-tiba yang tidak kuat mental, tidak siap menerima kenyataan, maka tidak usah dikasih tahu, tidak apa-apa," ujar Ustaz Raehanul dalam sebuah kajian di Jakarta, Jumat (23/9/2022).
Namun, lanjut dia ketika orang tersebut memiliki mental yang kuat maka sebaiknya beritahukan fakta sebenarnya.
"Tetapi kalau dia orang yang terima kenyataan, artinya setelah dijelaskan dihibur, disebutkan nikmat akhirat dan pahalanya ketika bersabar maka itu bisa dilakukan," katanya.
Baca juga: Pengendalian Emosi Remaja Butuh Peran Orang Tua dan SekolahLebih lanjut, ustaz yang juga berprofesi sebagai dokter umum itu menceritakan kisah yang dialaminya. Bahwa, ia dan keluarga juga pernah melakukan hal demikian.
"Dan ini saya praktekkan dulu, ketika Bibi saya kena Covid. Saya urus sampai masuk ke rumah sakit, sampai masuk ICU. Kita di sana tidak kasih tahu kalau dia covid, karena kita tahu dia psikologinya orang yang kagetan, naik pesawat saja dia tidak berani. Jadi kita tidak kasih tahu Setelah sembuh baru kita kasih tahu. Intinya, tergantung mental orang tersebut," pungkas alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta itu.
Baca juga: Kunci Mendidik Anak: Kehadiran Orang Tua, Jujur, dan Terus Belajar(est)