LANGIT7.ID, Jakarta - Managing Director of Paramadina Public Policy Institute (PPPI) Jakarta, Ahmad Khoirul Umam mengatakan, hubungan erat antara Amerika dan Israel berhasil memutarbalikan persepsi ancaman dunia di kalangan dunia Arab terhadap Iran.
Ahmad menjelaskan, bahwa kini kondisi telah berbalik 180 derajat. Jika dulu Israel meruapakan ancaman terbesar di negara-negara Timur Tengah, namun kini Iran yang dianggap sebagai ancaman terbesar.
"Keyword Iran ini menjadi shifting yang sangat fundamental dilihat dalam persepsi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, termasuk Maroko, dan Sudan," ujarnya dalam webinar bertajuk 'Solusi 2 Negara Israel dan Palestina', Kamis (29/9/2022).
Baca Juga: Majelis ICAO Gelar Sidang ke-41, Sektor Penerbangan Siap Bangkit PascapandemiLebih lanjut, dia menyebut bahwa hal tersebut memiliki dampak yang sangat besar pada politik dunia. Kini Israel leluasa bergerak dalam politik dunia yang mengakibatkan Palestina tidak menjadi agenda prioritas bagi kebijakan politik luar negeri negara Islam di Timur Tengah.
Ahmad menyebut, hal ini telah tertulis jelas dalam salah satu buku karya politikus asal Amerika Serikat, Samuel P Huntington. Samuel menuliskan bahwa Islam memiliki kesadaran yang besar, tetapi tidak didasarkan pada kohesi yang kuat di dalam masyarakatnya.
"Itu tergambar betul bagaimana proses normalisasi hubungan diplomatik itu dilakukan, kemudian bagaimana Israel lebih leluasa dan Palestina tidak lagi menjadi agenda prioritas oleh kebijakan politik luar negeri," jelasnya.
(zhd)