LANGIT7.ID, Jakarta -
Komnas HAM menemukan mengungkap bahwa gas air mata menjadi penyebab jatuhnya korban dalam tragedi Kanjuruhan. Fakta ini terlihat dari kondisi tubuh korban.
"Banyak pihak yang memberikan keterangan kepada kami akibat
gas air mata," kata Komisioner Komnas HAM, M Choirul Anam, dalam keterangannya, Kamis (6/10/2022).
Dia mengatakan, kondisi jenazah banyak yang membiru. Kemungkinan besar karena kekurangan oksigen akibat gas air mata. Lalu ada yang matanya merah dan mulutnya berbusa diduga karena keracunan zat tersebut.
Baca Juga: Mengenal Gas Air Mata yang Dipakai saat Kerusuhan KanjuruhanLalu para penyintas tragedi Kanjuruhan menunjukkan adanya efek buruk gas air mata, di antaranya kondisi di bagian mata. Belum lagi sesak napas dan sakit tenggorokan.
"Penyintas yang kami temui mengaku dadanya perih kalau bernapas dan tenggorokannya terasa sakit," ujar dia.
Anam mengatakan, Komnas HAM menginvestigasi tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 133 orang diduga akibat gas air mata yang ditembakkan petugas keamanan.
Baca Juga: Video Tentara Amerika Tak Kuat Tahan Paparan Gas Air MataTim dari Komnas HAM bekerja sejak Senin (3/10/2022). Ada sejumlah pihak yang ditemui, mulai dari korban dirawat di rumah sakit, keluarga korban meninggal dunia, manajemen Arema FC dan para pemain sepakbola.
Sejumlah pihak yang ditemui Komnas HAM memberi kesaksian bahwa gas air mata adalah sumber petaka. Pintu stadion memang bermasalah karena banyak yang tertutup, tapi asap dari gas air mata itulah yang memicu konsentrasi massa.
(bal)