LANGIT7.ID - , Jakarta -
Muslim Jerman akan mendengar kumandang
adzan pertama di Kota Cologne pada Jumat, 14 Oktober 2022 mendatang. Sekretaris Jenderal Persatuan Islam Turki untuk Urusan Agama (DITIB) Abdurrahman Atasoy mengatakan masih ada masalah kecil yang tersisa terkait hal itu.
“Saya berharap kami akan melafalkan adzan pertama di sini pada 14 Oktober, setelah kami berurusan dengan pengukuran dan masalah serupa yang harus diselesaikan bukan oleh kerangka konstitusional tetapi oleh pemerintah kota.” kata Atasoy dikutip dari Daily Sabah, Jumat (7/10/2022).
Baca juga: Sejarah Munculnya Adzan dan Sebutan Bilal Sang MuadzinIni adalah kali pertama walikota Cologne menyetujui pengajuan izin adzan sebagai perayaan keragaman kota. Kota Cologne sendiri merupakan wilayah dengan penduduknya sebagian besar keturunan Turki dan
Muslim.
“Kami lahir dan besar di sini dan kami mengamalkan
agama kami di sini. Jadi menjadi bagian dari tempat ini dan dapat mengumandangkan adzan adalah indikator dan juga pertanda penting bagi kami,” kata Atasoy.
Dia pun berterima kasih pada Walikota Henriette Reker atas keputusan yang menurutnya bagian dari menjalin mata rantai toleransi dan penerimaan.
Direktur Moschee-Forum, Murat ahinarslan, mengatakan bahwa DITIB mengajukan izin pada November 2021 dan menyerahkan laporan kepada pejabat kota.
“Sekarang mereka telah memberikan umpan balik atas laporan tersebut dan akan ada beberapa koreksi kecil dalam beberapa hari mendatang. Setelah diperbaiki, kami akan menandatangani kontrak dan memulai proyek salat Jumat 2 tahun secara eksternal,” kata ahinarslan.
Baca juga: Ikhlaskan Eril, Ridwan Kamil Adzan di Tepi Sungai Aare SwissDia menegaskan bahwa implementasi serupa ada di wilayah lain di Jerman, tetapi ini adalah yang pertama di Cologne. Masjid-masjid lain di provinsi tersebut belum mengajukan permohonan, ahinarslan mengatakan bahwa DITIB siap memberikan bimbingan dan bantuan selama proses tersebut.
“Ketika kami membangun gedung baru, ada kontroversi. Sebuah kompleks megah dibangun di tengah Cologne. Sekarang orang-orang sudah terbiasa, mereka menyebutnya sebagai 'masjid kami,'” kata ahinarslan.
Adzan akan berkumandang antara jam 12.00-15.00 waktu setempat dan tidak lebih dari lima menit pada tingkat suara yang tidak akan mengganggu tetangga, mirip dengan gereja.
Saat ini, ada lebih dari 900 masjid di Jerman yang berafiliasi dengan DITIB.
Izin terbaru merupakan perkembangan signifikan bagi Muslim di Jerman karena negara ini telah mengalami peningkatan rasisme dan kebencian anti-Muslim dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Makna Hayya alal Falah saat Adzan, Ajakan untuk Umat Hidup SuksesJerman adalah rumah bagi 81 juta orang dan menampung populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Dari hampir 4,7 juta Muslim di negara itu, setidaknya 3 juta adalah keturunan Turki.
Komunitas Turki di Eropa prihatin dengan meningkatnya tren Islamofobia dan Turkofobia di negara-negara Barat dan meminta negara-negara Eropa untuk meningkatkan tindakan melawan kejahatan rasial.
(est)