LANGIT7.ID - , Jakarta -
Masjid Larabanga adalah rumah ibadah
umat Islam tertua di Ghana. Masjid ini menjadi salah satu situs sejarah paling penting di Afrika Barat yang dibangun di tahun 1400-an.
Dimensi bangunan cukup kecil untuk dibilang sebuah masjid, karena hanya berukuran sekitar 8 meter kali 8 meter. Masjid Larabanga berhasil masuk ke Daftar 100 Situs Paling Terancam Punah oleh Dana Monumen Dunia.
Baca juga: Saksi Sejarah Islam, Dua Masjid Berusia 1.200 Tahun Ditemukan di IsraelDibangun oleh seorang pedagang asal
Madinah bernama Ibrahim Ayuba al-Ansari, Masjid Larabanga populer dengan sebutan "Mekkah Afrika Barat" karena nilai sejarah dan
arsitektur yang kaya.
Menurut salah satu cerita, Ayuba tidur di daerah itu dan bermimpi di mana ia diperintahkan untuk membangun sebuah masjid. Ketika bangun keesokan paginya, fondasi masjid telah muncul secara misterius, sehingga ia melanjutkan
pembangunan hingga masjid selesai.
Masjid ini terbuat dari lumpur dan tongkat, dengan gaya Sudan. Tepat di sebelah pintu masuk adalah pohon baobab besar, di mana jenazah Ayuba dimakamkan.
Menurut Adam Kelwick, muslim traveler, mengutip dari Ilmfeed, Rabu (12/10/2022), buah dan daun dari pohon baobab besar, yang berusia 500 tahun, dipetik dan dibagikan di antara suku-suku yang berbeda.
Hal ini sebagai sarana untuk menyatukan semua orang untuk berbagi dan meningkatkan perdamaian, harmoni, dan persaudaraan di antara mereka.
Baca juga: Masjid Agung Banten: Persilangan Arsitektur Jawa, China, dan BelandaBangunan ibadah ini memiliki empat pintu masuk: masing-masing untuk kepala desa, pria, wanita, dan
muadzin yang memimpin
adzan. Masjid ini menyimpan
Alquran yang sangat tua, sekitar tahun 1650.
Terletak di kota Larabanga yang berpenduduk mayoritas Muslim, dekat Damongo di Distrik Gonja Barat di Wilayah Utara. Sebagai informasi, non-muslim tidak diperbolehkan memasuki masjid.
Selain fungsinya yang biasa sebagai tempat
salat Jumat, masjid-masjid kuno juga berfungsi sebagai tempat ziarah bagi komunitas Muslim di negara tersebut. Di hari-hari penting, banyak jamaah setia berkumpul di masjid-masjid ini untuk berdoa dan mendengarkan bacaan Alquran.
Setiap tahun setelah musim hujan, warga Larabanga berkumpul dan memperbaharui lumpur di bagian luar masjid dan mengecat ulang.
Baca juga: 10 Deretan Masjid Tertua di Indonesia, Salah Satunya di MakassarCabang-cabang kayu berfungsi sebagai penanda untuk menunjukkan tingkat dan ketinggian setiap bagian bangunan selama proses ini.
Terdapat ruangan kecil di atas mihrab dan diakses dari atap masjid adalah tempat Ibrahim Ayuda al-Anshari biasa menghabiskan waktu sendirian membaca Al-Quran, merenung, dan berdoa.
(est)