LANGIT7.ID, Jakarta - - Kematian adalah sebuah takdir yang tidak bisa dihindari oleh setiap umat manusia, dan tidak ada yang mengetahui kapan ajal akan menjemputnya selain Allah SWT. Maka dari itu, kita sebagai umat muslim sepatutnya melakukan amal baik sebanyak-banyaknya sebagai bekal di akhirat kelak.
Menjauhi larangan-Nya, berbuat baik kepada siapapun, dan menunaikan ibadah wajib ataupun sunnah merupakan amalan yang dapat menyelamatkan kita dari panasnya api neraka. Berikut lima tema khutbah tentang bekal menuju akhirat yang dapat disampaikan oleh khatib.
1. TakwaOrang yang bertakwa akan mendapat banyak kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat. Maka dari itu, setiap mukmin wajib menjaga ketakwaan kepada Allah SWT. Sebab sifat takwa yang kuat akan membawa umat muslim ke surga-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau membaca doa (yang artinya): Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan” (HR Muslim nomor 2721).
2. Cinta dan Benci Karena AllahSegala sesuatu yang baik harus kita jalankan atas kecintaan kepada Allah SWT. Begitupula dengan hal-hal yang dilarang-Nya, kita harus menjauhkan hal tersebut karena Allah SWT. Sebab dengan menaati hal-hal itu InsyaAllah kita akan selamat di akhirat kelak. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi juga karena Allah. Maka sungguh dia telah menyempurnakan imannya.” (HR Abu Dawud).
3. Sedekah dalam Keadaan ApapunBersedekah tidak harus menunggu kaya ataupun banyak uang, karena pada dasarnya sedekah dilakukan dengan seikhlasnya tanpa batasan minimal. Meski terbilang hal kecil namun pahala ini sangatlah besar dan amalan ini pun bisa membawa kita menuju surga Allah SWT. Allah berfirman dalam surat Ali Imron ayat 133-135:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Baca Juga: 7 Tema Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi ManusiaArtinya: “Bersegeralah menuju ampunan Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya di kala senang maupun di kala susah, orang-orang yang menahan amarah, yang suka memaafkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri mereka sendiri maka mereka pun segera mengingat Allah lalu meminta ampunan bagi dosa-dosa mereka, dan siapakah yang mampu mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka juga tidak terus menerus melakukan dosanya sementara mereka mengetahuinya.”
4. Mujahadah (Semangat dan kesungguhan dalam mengarungi kehidupan)Mujahadah memiliki arti bersungguh-sungguh dalam melaksankan ketaatan dalam menjalankan perintah Allah. Ini merupakan suatu sikap untuk taat kepada Allah dan apa-apa yang bermanfaat bagi diri saat sekarang dan nanti. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-'Ankabut ayat 69:
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Artinya: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
5. Jangan Mempersekutukan Allah Umat Islam meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT. Orang yang menyekutukan Allah termasuk melakukan dosa besar, dan bahkan Allah SWT pun mengancam tidak mengampuni hamba-Nya yang melakukan hal demikian. Seperti yang tertuang dalam surat An-Nisa ayat 48, Allah SWT berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
Baca Juga: MUI: Khatib Tak Boleh Memecah Belah Umat, Harus Mempersatukan(zhd)