LANGIT7.ID, Jakarta -
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mengumumkan hasil kerja ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Tragedi Kanjuruhan. Hasil tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD yang juga selaku Ketua TGIPF.
Menurut hasil penyelidikan selama 10 hari kerja, TGIPF menemukan, jatuhnya ratusan korban di
Stadion Kanjuruhan jauh lebih mengerikan dibanding dengan yang diberitakan di media. "Kami merekonstruksi dari 32 CCTV yang dimiliki oleh aparat. Itu lebih mengerikan," ujar Mahfud, dalam konferensi pers di Istana Negara, Jumat (14/10/2022).
Baca Juga: TGIPF Sebut PSSI Tidak Jalankan Tugas dan KewajibannyaMahfud mengatakan penyebab utama jatuhnya korban dan meninggalnya ratusan nyawa karena tembakan gas air mata dari aparat. Dari hasil rekonstruksi, TGIPF melihat ada banyak orang yang berusaha keluar, ada yang tertinggal, terinjak, hingga memberi bantuan pernapasan.
"Banyak yang kehabisan napas kena semprot (gas air mata) kemudian mati. Kemudian yang sekarang kritis itu dipastikan karena gas air mata," kata Mahfud.
Dalam proses penyelidikan ini, Mahfud memastikan pihaknya bekerja secara independen. Adapun hasil laporannya akan diolah Presiden Jokowi untuk kebijakan olahraga nasional dengan melibatkan berbagai
stakeholder.
Baca Juga: Stadion Kanjuruhan Bakal di Renovasi Total, Tim Audit Berikan 7 RekomendasiLebih lanjut, Mahfud mendesak para stakeholder, terutama Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk bertanggung jawab. Menurutnya, keselamatan rakyat lebih tinggi kedudukannya dari hukum.
"Ini sudah terjadi. Keselamatan rakyat, publik terinjak-injak. Tanggung jawab moral dipersilakan masing-masing melakukan langkah-langkah yang diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia Indonesia yang beradab," tutur Mahfud.
Baca Juga:
TGIPF Minta Ketum dan Exco PSSI Mengundurkan Diri
TGIPF: Gas Air Mata Jadi Penyebab Kematian Massal di Kanjuruhan
FIFA dan AFC Siap Bantu PSSI Reformasi Sepak Bola Indonesia(asf)