LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI,
Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa pemerintah sudah menemukan obat untuk kasus gangguan ginjal akut misterius. Obat tersebut didatangkan langsung dari Singapura dan sudah diujicoba di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Sekarang sudah ditemukan obatnya, dan diujicoba di
RSCM sebagai tim ahli ginjal nasional. Kita datangkan obatnya dari Singapura," kata Menkes Budi dalam acara webinar 'Capaian Kinerja Pemerintah Tahun 2022', Jumat (21/10/2022).
Baca Juga: Gangguan Ginjal Akut pada Anak Capai 241 kasus, 133 MeninggalDalam hal ini, Menkes Budi telah melakukan ujicoba terhadap enam pasien
gangguan ginjal akut. Hasilnya, empat pasien responsif. Menkes pun akan mendatangkan obat tersebut dalam jumlah masif.
"Begitu kita lihat responsnya positif, kami akan segera datangkan dalam jumlah yang cukup besar untuk bisa disebarkan di seluruh rumah sakit. Sehingga bisa memberikan perlindungan bagi balita-balita kita kalau misalnya terkena keracunan ini," ujar Menkes Budi.
Sebelumnya,
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) pada anak, terutama anak di bawah usia lima tahun. Penyakit yang belum diketahui penyebabnya itu meningkat menjadi 241 kasus dan 133 meninggal dunia.
Baca Juga: Kalbe Farma Klaim Produknya Tidak Mengandung EG dan DEGPeningkatan tajam terjadi pada tiga bulan terakhir. Pada Agustus ada 36 dilaporkan kasus gagal ginjal, September naik menjadi 78, dan Oktober terjadi 110 kasus.
Jumlah kasus berdasarkan kelompok umur lebih banyak anak usia 1-5 tahun. Bulan ini, ada 26 anak usia 1 yang terdampak, anak usia 1-5 tahun sebanyak 153, usia 6-10 tahun terdapat 37 anak, dan usia 11-18 ada 25 orang.
Baca Juga:
Kisah Pilu Orang Tua Kehilangan Bayi 7 Bulan karena Gagal Ginjal Akut
RSCM: Angka Kematian Anak akibat Gangguan Ginjal Akut 63 Persen
Sirup Obat Diduga Jadi Sebab Gangguan Ginjal, Ini Hasil Uji BPOM(asf)