LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam rangka memeringati Hari Santri Nasional (HSN) 2022, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) menggelar festival santri diaspora dengan mengusung tema 'Pesantren Bersama Santri Diaspora Membangun Peradaban Global'.
Event tersebut bertujuan untuk menjelaskan rekam jejak para santri diaspora dari perjalanan, kiprah, dan prestasi mereka. Ini juga merupakan sebagai bentuk apresiasi pada santri diaspora guna menginspirasi santri agar mampu mengikuti jejak sukses para santri diaspora.
Festival ini dibagi menjadi dua agenda yang diikuti Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) oleh seluruh santri nusantara secara online, yakni muhibah santri diaspora dan konferensi internasional diselenggarakan pada 23 Oktober sampai 1 November 2022.
“Muhibah santri diaspora ini format acaranya sepenuhnya online selama 8 hari berturut-turut mulai 23 Oktober 2022. Dan diikuti semua PCINU yang terbagi menjadi beberapa cluster,” kata Ketua Pelaksana Ulun Nuha, dikutip laman NU Online Ahad (23/10/2022).
Baca Juga: Pengalaman Guru Besar UIN saat Nyantri: Suka, Duka, dan BersejarahDia menambahkan, Muhibah santri diaspora digelar untuk mengenalkan jejak langkah santri diaspora di masing-masing negara seperti Eropa, Australia-NZ, Malaysia, Jepang, Korea, Mesir, dan lainnya untuk mempromosikan kesempatan belajar, berkarir sekaligus berkhidmah di negara tersebut.
Konferensi internasional, lanjut Gus Ulun, mengangkat tema Abad Kebangkitan II NU: Santri Beradab, Mencipta Perdamaian Dunia dengan pembicara kunci Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Selain itu pembicara lain yang akan mengisi konferensi di antaranya Dubes Arab Saudi KH Abdul Aziz, PCINU Amerika Prof Etin Anwar, dan Persatuan Migran Indonesia Hongkong.
“Ketika kekhalifahan Turki Utsmani runtuh pada 1924, praktis simbol politik peradaban Islam juga runtuh. Wajah dunia Islam pun berubah secara total," ujar dia.
"Dua tahun setelah itu, NU didirikan. Sekuens ini menyiratkan visi NU untuk berkontribusi aktif membangun peradaban dunia. Dalam bahasa Gus Yahya NU lahir dengan membawa mandat peradaban,” klaimnya.
Baca Juga: Zamzam, Lulusan Pesantren Persis Garut jadi Senior IT di Jerman(zhd)