LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap manusia terlahir dengan hak yang sudah ditetapkan oleh negara maupun agama, termasuk
bayi baru lahir. Kelahiran bayi erat kaitannya dengan
kebahagiaan. Sebab, momen itu menjadi hal yang dinantikan bagi kedua orang tuanya setelah sembilan bulan dalam kandungan.
Dalam Islam, ada beberapa hal yang wajib dipenuhi oleh orang tua pada bayi baru lahir.
Baca juga: Ayah dan Ibu Wajib Penuhi Hak Anak Meski Telah Bercerai
1. Adzan dan iqamah
Saat bayi baru lahir, umumnya dijumpai sang ayah langsung
mengadzani buah hatinya. Disunahkan bagi orang tua, khususnya ayah, mengumandangkan azan di telinga kanan dan
iqamah di telinga kiri.
Melansir dari A-Z Islam, mayoritas ulama meliputi ulama mazhab Hanafi, ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menegaskan, mengadzani bayi hukumnya sunnah.
Syekh Ibnu Abidin dari mazhab Hanafi menuturkan: “Pembahasan tentang tempat-tempat yang disunnahkan mengumandangkan adzan untuk selain (tujuan) shalat, maka disunnahkan mengadzani telinga bayi.” (Muhammad Amin Ibnu Abidin, Raddul Muhtar Ala Ad-Durril Mukhtar, juz 1, h. 415).
Bila dilihat dari sisi agama, sunnah ini berarti mengenalkan bayi pada Allah SWT dan tugasnya di dunia.
Sementara, bagi seorang ayah, mengutip dari perpustakaan digital UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyebutkan adzan dan iqamah di kedua telinga bayi memberi ketenangan psikologis.
2. Memberi nama yang baik
Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan nama yang baik, sebab itu menjadi identitas yang bakal digunakan saat menjalani kehidupan.
Baca juga: Memahami Hak-Hak Anak dalam Islam, Salah Satunya Hak untuk BermainRasullullah
shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﺄَﺳْﻤَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺳْﻤَﺎﺀِ ﺁﺑَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺣْﺴِﻨُﻮﺍ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَﻛُﻢْ
“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” [HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi, Sebagian ulama menilai sanadnya munqathi’, Sebagian menilai sanadnya jayyid]
Sementara Ibnul Qayyim menjelaskan pentingnya nama, beliau berkata,
“Sesungguhnya pemberian nama pada hakikatnya berfungsi untuk menunjukkan definisi/identitas penyandang nama (yang diberi nama), karena jika ia didapati tanpa diketahui (tanpa nama), maka ia tidak bisa dikenali.” [Tuhfatul Maudud hal. 61, Dar Kutub Al-‘Ilmiyyah].
3. Memberi makan
Saat anak Anda baru dilahirkan, jangan lupa memberikan makan pertama kali berupa air susu ibu (ASI). Sebab, tak ada makanan paling bergizi dari ASI.
Selain memenuhi
hak bayi, memberi ASI juga menciptakan
bonding atau ikatan antara ibu dan anak.
4. Aqiqah
Aqiqah termasuk hak-hak bayi baru lahir dengan menyembelih kambing. Menurut sunnah, bayi laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor kambing dan perempuan hanya seekor kambing.
Dilaporkan oleh Abdullah bin al-As bahwa, Nabi pernah berkata, "Kepada siapa pun seorang anak lahir dan dia ingin melakukan pengorbanan Aqiqah atas nama itu, dia harus mengorbankan dua kambing untuk seorang anak laki-laki dan satu kambing untuk seorang anak perempuan,” Hadits Abu Daud.
Baca juga: Muslimmapp.id, Aplikasi Pengingat Ibadah hingga Aqiqah
5. Mencukur rambut
Umat muslim memiliki tradisi mencukur rambut bayi baru lahir. Prosesi ini merupakan bagian dari aqiqah. Di sebagian besar negara mayoritas muslim, tradisi ini masih berlangsung dan dilakukan.
Dari Samurah bin Jundub bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
6. Sunat
Sunat bermanfaat untuk menghilangkan berbagai risiko penyakit yang mungkin diderita bayi setelah dewasa. Karenanya sunat direkomendasikan menyunat bayi baru lahir.
Baca juga: Hati-hati, Ini yang Perlu Diketahui tentang Sunat LaserNabi SAW pernah berkata: "Sucikan anak-anakmu (dengan sunat) pada hari ketujuh, karena itu lebih menyenangkan dan lebih murni, dan itu menyebabkan daging tumbuh lebih cepat, dan memang bumi tetap tercemar selama empat puluh hari dengan kencing orang yang tidak disunat."
(est)