LANGIT7.ID - , Jakarta - Organisasi perempuan
Muhammadiyah,
Aisyiyah, membentuk Ikatan Saudagar dan Wirausaha 'Aisyiyah atau ISWARA, yang dirilis Kamis (27/10/2022) kemarin.
Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini pembentukan ISWARA sebagai komitmen
jihad Aisyiyah membangun
perekonomian bangsa Indonesia, khususnya kaum perempuan.
Baca juga: Aisyiyah Kutuk Berbagai Bentuk Kekerasan Seksual"Ini penting menjadi kekuatan gerakan ekonomi kita di bawah, untuk kita sinergikan karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dunia ini sepi kalau dikerjakan masing-masing, tetapi
dunia menuju akhirat ini kita penting membangun kekuatan yang besar," ujar Noordjannah dikutip dari Muhammadiyah, Jumat (28/10/2022).
Noordjannah percaya bahwa bangsa Indonesia dengan segala potensi ekonomi yang dimiliki akan mampu melakukan lompatan-lompatan sehingga menjadi negara yang besar dan disegani. Hal itu akan terjadi manakala seluruh potensi yang dimiliki tersebut disinergikan.
"Salah satunya melalui Aisyiyah. Jadi Aisyiyah ini adalah bagian yang sangat penting mengisi
darul ahdi wa syahadah, yakni konsep Muhammadiyah mengenai bagaimana
Pancasila itu sebagai negara kesepakatan, tapi bagi kita semua Indonesia juga tempat untuk bersyahadah," imbuhnya.
Muhammadiyah Aisyiyah ingin menunjukkan kesaksian tersebut salah satunya melalui kegiatan ekonomi. Kemudian, ekonomi yang digerakan mereka menghimpun bukan hanya para saudagar, tetapi juga pelaku ekonomi kecil.
Baca juga: Begini Makna Optimis dalam Tanwir Muhammadiyah dan AisyiyahSelain itu, Aisyiyah juga senantiasa bergandengan tangan dan bersinergi dengan semua pihak, termasuk dengan pemerintahan terutama dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM RI agar gerakan perekonomian umat dan bangsa mendapatkan hasil sesuai keinginan.
Kegiatan Launching ISWARA merupakan bagian untuk menyemarakan Muktamar ke-48 Muhammadiyah secara substantif, yaitu menguatkan, mengokohkan dan meluaskan seluruh potensi ekonomi ‘Aisyiyah yang ada melalui perkumpulan.
Muktamar ke-48 Muhammadiyah merupakan momentum baik untuk memasifkan gerakan perekonomian kaum perempuan.
(est)