LANGIT7.ID, Madrid - Pemerintah
Spanyol telah mengajukan permohonan ke UNESCO untuk melestarikan teknik tenun karpet atau simpul Spanyol yang merupakan warisan
umat Islam Andalusia.
Spanyol ingin mencatatkan sebuah teknik dengan unsur budaya dan sejarah Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Melansir Daily Sabah, pabrik tenun karpet kerajaan didirikan di ibu kota Spanyol, Madrid atas intruksi Raja Felipe V pada 1721. Pabrik itu memiliki kelebihan sebagai satu-satunya pusat produksi karpet yang menjamin kelangsungan teknik simpul Spanyol.
Baca Juga: Belajar Islam di Spanyol, Kala Muslim Jadi Ujung Tombak Peradaban
Teknik itu diwarisi dari umat Islam yang memerintah negeri itu dalam beberapa waktu. Teknik yang pertama kali dikembangkan di Mesir itu datang ke Semenanjung Iberia selama periode Islam Andalus.
Simpul tersebut berbeda dari teknik simpul Turki yang paling terkenal dan diterapkan dalam menenun karpet. Teknik ini tidak bisa diterapkan pada gambar melengkung dan simetris. Teknik dari Andalus itu hanya digunakan pada linen, sutra, dan benang wol halus.
Teknik berpola zigzag mencakup lebih dari 72.500 simpul benang per meter persegi. Angka itu sekira dua kali lipat panjang dan mahal untuk diselesaikan jika dibandingkan simpul Turki.
Pabrik Tenun Karpet Kerajaan di Madrid saat ini dipimpin Alejandro Klecker de Elizade. Pabrik itu merupakan salah satu tempat langka yang menggunakan teknik simpul Turki dan simpul Spanyol dalam menenun karpet dan permadani.
Baca Juga: Masyarakat Spanyol Semakin Simpatik kepada Islam
Klecker menjelaskan, simpul Spanyol hamper tidak digunakan untuk waktu yang lama. Itu setelah peradaban Islam di Semenanjung Iberia berakhir pada 1492.
Raja-raja Katolik juga disebut berusaha untuk sepenuhnya menghapus sejarah budaya Islam di wilayah itu. Namun, inisiatif muncul pada abad ke-20 dari kelompok yang berusaha menjaga tradisi menenun tetap hidup.
Pada abad ke-20, terutama di beberapa kota Spanyol di selatan seperti Cadiz, disebut beberapa bengkel tenun belum didirikan. Itu mengakibatkan tidak banyak yang berhasil dalam produksi karpet, karena tidak banyak permintaan.
Baca Juga: Islam di Spanyol, Menyatu dengan Budaya dan Jadi Sejarah Penting
Selain itu, penjualan komersial karpet yang dibuat dengan simpul Spanyol juga terbatas. Itu karena sifatnya yang khusus dan mahal. Klecker menekankan, saat itu keuntungan terbesar mereka adalah pasar Timur Tengah.
“Meskipun ada banyak produksi karpet di Spanyol pada abad ke-15 dan ke-16, selalu dibuat dengan simpul Turki. Simpul Spanyol jauh lebih rumit dan mahal. Itu adalah teknik yang hampir terancam punah di dunia,” ujar Klecker.
(jqf)