LANGIT7.ID, Lumajang - Desa Candipura dikenal memiliki hutan bambu terluas di Lumajang. Dengan sumber alam berupa bambu, warga desa Candipura menggerakkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengan (UMKM) memanfaatkan
pucuk rebung.
Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumbermujur, Agus menjelaskan bahwa di masa lalu Jepang memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Sumbermujur, di mana masyarakat desa awalnya tidak tahu manfaat dari bambu muda.
"Dari edukasi itu masyarakat kemudian mengetahui bahwa bambu muda atau rebungnya ini bisa dimakan," kata Agus dalam tayangan Youtube Pariwisata_Lumajang dikutip Kamis (3/11/2022).
Baca juga: Menparekraf Optimistis Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia di 2024 Agus menceritakan dari sinilah masyarakat desa menjadi tahu bahwa rebung ternyata bisa dimakan. Akan tetapi kata Agus, tidak semua jenis bambu bisa dimakan sebab ada beberapa jenis bambu yang mengandung racun.
"Seperti bambu manggong, dan bambu ampel kuning itu tidak bisa dimakan. Nah yang bisa dikonsumsi oleh masyakarat di sini biasanya adalah bambu jajan, bambu petung, kemudian bambu ori, bambu jabal," ujarnya.
Agus menuturkan, potensi bambu yang ada di desanya membuat sebagian masyarakat desa memanfaatkan rebung sebagai peluang usaha berupa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
"Rebung itu dicacah terus dijemur dan dikeringkan sehingga mereka menjual keringnya, karena keringnya lebih mahal. Biasa mereka mengambilnya di lahan sendiri sehingga kami menyediakan pembibitan bambu yang bisa diambil rebungnya," ungkapnya.
Baca juga: 5 Kesalahan Pemasaran di Medsos, Jangan Pakai Akun Pribadi Menurut Agus, masyarakat setempat juga bisa mengambil rebung pembibitan itu di tempat pembibitan tanpa dipungut biya atau gratis. Kemudian, hutan bambu yang ada di desa ini menjadi tempat konservasi bambu dan untuk melindungi kelestarian ekosistem sekitar.
(sof)