LANGIT7.ID, Jakarta - Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang sempurna dengan dibekali akal dan emosi. Karena itu manusia sendiri yang dapat mengontrol emosi, baik itu marah ataupun sabar.
Orang yang memiliki sifat sabar cenderung akan mampu mengendalikan emosinya. Terlebih sabar adalah suatu sifat yang dicintai Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {لَوْ كَانَ الصَّبْرُ رَجُلاً لَكَانَ رَجُلاً كَرِيْمًا}.
Artinya: "Jika sabar itu seorang laki-laki, niscaya ia adalah orang yang pemurah dan Allah menyukai orang-orang yang sabar," (HR At Thabrani).
Pendakwah Buya Yahya mengatakan, marah merupakan sifat yang disukai oleh setan. Karena itu, Nabi Muhammad SAW memiliki cara untuk meredam emosi api amarah, yakni dengan mengambil air wudhu.
Baca Juga: Kemenag: Penentuan Waktu Salat Melalui Pertimbangan Fiqih dan Sains"Baginda Nabi juga mengajarkan dalam hadis usir itu setan yang menjadi pemicu marah dengan membaca
audzubillahiminasyaitanirajim," kata Buya dalam ceramahnya dikutip di kanal Buya Yahya, Rabu (2/11/2022).
Kedua cara tersebut, kata Buya, merupakan metode Nabi SAW untuk menahan marah. Buya menambahkan, cara lain untuk meredam emosi yang dilakukan Rasulullah SAW yakni dengan duduk. Ketika seseorang tengah emosi dalam keadaan berdiri maka hendaklah duduk untuk meredakan emosi tersebut.
"Semua dari kita pasti pernah marah, cuma kehebatan yaitu tidak menindak lanjuti amarah jadi suatu perilaku yang merusak," jelas Buya.
"Ikuti apa yang dilakukan Nabi, maka akan reda itu marah," ucapnya.
(zhd)