LANGIT7.ID, Surakarta - Persyarikatan
Muhammadiyah tengah mempersiapkan perhelatan akbar
Muktamar ke-48. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah,
Abdul Mu’ti, mengatakan, ada beberapa isu strategis yang akan menjadi tema pembahasan dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo, Jawa Tengah.
Pertama, isu keumatan meliputi: fenomena rezimentasi paham agama, membangun kesalehan digital, memperkuat persatuan umat, dan reformasi tata kelola filantropi Islam.
Kedua, isu kebangsaan meliputi: memperkuat ketahanan keluarga, reformasi sistem pemilu, suksesi kepemimpinan 2024, evaluasi atas kebijakan deradikalisasi, memperkuat keadilan hukum, penataan ruang publik yang inklusif dan adil, memperkuat regulasi sistem resiliensi bencana, antisipasi
ageing population (penuaan populasi), dan memperkuat integrasi nasional.
Baca Juga: Muktamar 48 Muhammadiyah Siap Digelar di Solo, Ini Agendanya
Ketiga, isu kemanusiaan universal meliputi: membangun tata dunia yang damai dan berkeadilan, regulasi dampak perubahan iklim, mengatasi kesenjangan antarnegara, dan menguatnya xenophobia.
“Itu gambaran umum materi Muktamar yang besok akan diberikan tanggapannya oleh anggota Muktamar dari perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Ortom tingkat pusat. Materi ini tidak lain ingin memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta,” kata Mu’ti di Solo, Jumat (4/11/2022).
Mu’ti menjelaskan, teknis pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke-48 akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama pada Sabtu (5/11), sidang Muktamar akan diselenggarakan secara daring.
Pada tahap ini, agenda Muktamar hanya mendengarkan tanggapan dari peserta Muktamar atas materi Muktamar yang telah disiapkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Materi itu meliputi laporan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2015-2022, program Muhammadiyah 2022-2027, Risalah Islam Berkemajuan, dan Isu-isu Strategis Keumatan, Kebangsaan dan Kemanusiaan Universal.
Baca Juga: Makna Tema Muktamar Muhammadiyah: Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta
“Semua materi ini telah kita kirim ke para peserta Muktamar untuk ditanggapi besok pagi. Kita kirim dalam bentuk
file melalui
email, kita juga kirim secara cetak. InsyaAllah materinya telah diterima masing-masing peserta di seluruh Indonesia,” tutur Muti.
Teknis pelaksanaannya, setiap perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, IPM, IMM, Tapak Suci, dan lain-lain tingkat Pusat akan menyampaikan tanggapan baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.
Ada sekitar 208 titik dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia yang menjadi lokasi Muktamar tahap pertama ini.
Tahap kedua, pada Sabtu-Ahad (19-20/11/2022) sidang Muktamar diselenggarakan secara luring dengan pusat kegiatan di Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
“Muktamar secara luring dan daring ini pertama kali dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pertimbangannya karena memang kita masih dalam suasana pandemi. Pandemi ini belum usai, jadi jangan abai,” kata Mu’ti.
(jqf)