Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Cara Bijak Hadapi Pertanyaan Kapan Nikah, Jangan Terlalu Didengar

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 09 November 2022 - 14:45 WIB
Cara Bijak Hadapi Pertanyaan Kapan Nikah, Jangan Terlalu Didengar
Ilustrasi menghadapi pertanyaan kapan nikah. (Foto: Istimewa)
LANGIT.ID, Jakarta - Ada cara bijak menyikapi pertanyaan 'kapan nikah'. Sebagian orang menilai hal ini seperti paksaan orang dan bisa mengganggu kondisi psikologis seseorang.

Penulis Yazid Subakti mengatakan ketika sudah berusia matang atau dewasa, harus terbiasa dalam beradaptasi sehingga ketika mendapatkan pertanyaan apapun Anda merasa tidak terganggu.
"Apapun bunyi pertanyaan orang kalau kita sudah beradaptasi dengan pertanyaan-pertanyaan demikian, maka kita tidak akan mudah masukkan kedalam hati. Jadi di usia matang, kita harus sadar bahwa akan banyak pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul," ujar Yazid dalam Inspirasi keluarga bertajuk Kamu Nanya Nikah Kapan? Rabu (9/11/2022).
Dia lalu memberikan teknik mengatasi ketika terdapat pertanyaan kapan nikah?
"Jadi teknik mengatasinya adalah cukup dengan terdengar saja, tidak usah mendengarkan. Sebab, terdengar itu tidak dengan sengaja kita intes, sementara mendengar berati kita fokus pada pertanyaan itu," katanya.
Menurut penulis buku bertajuk Ensiklopedia Calon Ibu itu merespon pertanyaan tersebut cukup dengan santai, tidak perlu dimasukkan ke hati.
"Kalau ada suara orang berkata kapan kamu menikah, respon saja dengan santai. Jadi pikiran bahwa kita tidak bisa mengendalikan orang lain selain diri kita harus ditanamkan, agar tindakan mereka tidak mempengaruhi diri kita," pungkanya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)