LANGIT7.ID - , Jakarta - Pendakwah dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Yan Gymnastiar atau
Aa Gym mengajak
umat Islam untuk mengedepankan hidup dengan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), jika ingin bahagia lahir dan batin.
Seperti senyum merupakan salah satu kebiasaan dan sunnah
Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Setiap bertemu para sahabatnya, Rasulullah selalu cerah.
Baca juga: Sultana Al Amri: Kebahagiaan Kunci Tingkatkan Kinerja Lebih BaikNamun begitu, Aa Gym mengingatkan tersenyum harus memakai hati dan perasaan, agar rasanya tidak berbeda.
"Senyum sebetulnya bukan masalah bibir tetapi masalah hati dan niat yang ingin membahagiakan orang lain," ujar Aa Gym dalam kajian bertajuk Indahnya Pribadi yang 5S (
Senyum, Salam, Sapa,
Sopan dan Santun) pada Jumat (11/11/2022).
Kemudian, salam. Islam mengajarkan umatnya untuk mengucapkan salam dengan '
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh' yang artinya "Semoga keselamatan terlimpah untukmu."
"Ini jelas dia. Yang tadinya mau digigit anjing, karena diberikan salam, jadi tidak terjadi. Makanya, jangan pelit salam," katanya.
Menurut Aa Gym membiasakan salam membuat bahagia asalkan dilakukan dengan tulus, sebab Anda sudah
beramal saleh mendoakan orang lain.
Selanjutnya menyapa orang dengan baik dan hangat. Hindari menyinggung perasaan orang lain.
Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5,72 Persen, Gus Muhaimin: Bahagia Kunci Sukses Pembangunan"Jangan nyapa membuat perasaan orang tertekan. Perlu diingat, menyapa itu untuk menyambungkan silaturahmi bukan merusaknya," tutur Aa Gym.
Berikutnya, sopan. Berperilaku sopan jika diterapkan membuat orang lain dan diri sendiri bahagia.
"Jadi kalau kita ingin sopan, kata kuncinya menghormati. Seperti kata Imam Hasan Al-Basri, 'Tahukah engkau tawadhu?
Tawadhu itu engkau keluar dari rumah dan bertemu muslim lainnya dan hatimu merasa orang ini lebih mulia dari saya'," imbuhnya.
Terakhir, santun. Misal ketika buka pintu masjid mau masuk kemudian ada orang juga ingin masuk juga maka Anda sebaiknya menahan pintu tersebut, agar orang lancar masuk ke masjid.
"Hidup ini bahagia dengan membahagiakan, bukan dengan dibahagiakan. Bahagia hidup ini, amankan dengan ikhlas. Tapi harus diingat semua 5S tadi akan hilang kenikmatannya kalau ingin dilihat, dipuji, dikagumi dan lainnya. Hanya satu yang menyebabkan niat kita membuat bahagi, yakni ikhlas," pungkasnya.
Baca juga: Mengenal Praktik Zuhud dalam Islam, Kunci Sederhana Bahagia(est)