LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis capaian
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2022 sebesar 5,72 persen secara tahunan (
Year on Year/YOY). Hal tersebut disambut baik oleh Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar.
Pria yang akrab disapa
Gus Muhaimin itu menyatakan pertumbuhan ekonomi tersebut adalah capaian positif di tengah ancaman resesi global. "Ini prestasi kita semua, pemerintah, masyarakat dan semuanya di tengah ancaman resesi global," kata Gus Muhaimin dalam keterangannya, Rabu (9/11/2022).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan bahwa nilai positif perekonomian Indonesia tidak boleh hanya dirasakan oleh kalangan menengah ke atas, namun harus merata di setiap lapisan masyarakat. Menurutnya, indikator sukses pembangunan saat ini bukan hanya dilihat dari nilai positif pertumbuhan ekonomi, tetapi dari kesejahteraan dan kebahagiaan yang dinikmati secara merata.
Baca Juga: Ekonom: Krisis Ekonomi Jangan Ditakuti tapi Dihadapi"Pertumbuhan ekonomi itu harus berkualitas, menetes ke bawah, dinikmati seluruh lapisan masyarakat, serta mampu mengajak melakukan mobilitas vertikal menikmati setiap nisbah pembangunan. Indikator suksesnya pembangunan itu bukan hanya karena pertumbuhan ekonomi, bukan hanya keberhasilan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dilihat dari kesejahteraan dan kebahagiaan warganya secara merata," ujarnya.
Dia menambahkan, kebahagiaan dulu tidak dipercaya sebagai indikator keberhasilan sebuah pembangunan oleh ilmu sekularistik, namun sekarang berbalik. Gus Muhaimin menilai semakin bahagia seseorang atau kelompok, semakin terindikasi sukses.
"Nah, modal kebahagiaan itu harus dimiliki semua lapisan masyarakat, mau yang kaya, yang setengah kaya, yang di kota yang di desa semuanya harus bahagia. Selama warga bangsa kita bahagia, saya yakin pembangunan nasional sukses," tutur legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VIII tersebut.
Baca Juga:
Jokowi Ajak Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Krisis Global
Chatib Basri: Indonesia Tak Akan Resesi tapi Pemerintah Perlu Antisipasi(gar)