LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap muslim bermimpi memiliki kehidupan
keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Sebab itu menjadi bentuk nikmat yang Allah SWT berikan saat membina keluarga.
Namun, Mubaligh (ASATIDZ)
Daarut Tauhid, Ustaz Sapria Muhammad Abdullah mengatakan tidak semua orang berhasil mendapatkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Alasannya, karena kebanyakan salah meyakini asal muasal
kebahagiaan.
Baca juga: 3 Pesan Al-Qur’an agar Rumah Tangga Sakinah Mawaddah WarahmahMenurut Ustaz Sapria, ciri-ciri keluarga yang berkembang dan bahagia adalah yang memiliki keyakinan kuat bahwa anugerah tersebut hanya dari Allah semata.
"Tidak sedikit ada keluarga yang mana meyakini bahwa kebahagiaan itu berasal dari uang. Sehingga waktu mereka dipakai untuk mencari uang. Salahkah? Tentu tidak, tetapi yang jadi salah adalah ketika ada hamba Allah yang terus-terusan mencari uang sampai menelantarkan kewajibannya kepada Allah," ujar Ustaz Sapria dalam kajian bertajuk Perkara-Perkara yang Menghalangi Sakinah Mawaddah Warohmah, Sabtu (12/11/2022)
"Itu berarti tawakalnya uang, bukan tawakal Allah. Jadi dia meyakini bahwa akan bahagia keluarga tersebut kalau uangnya banyak, kalau di tabungannya ada ratusan juta bahkan miliaran rupiah, baru dia akan merasakan bahagia. Sehingga tidak ada hari dalam pikirannya selain duit, duit, dan duit. Itu tawakal duit namanya," lanjut dia.
Meski demikian, dia berpendapat tidak salah ketika sebuah keluarga ada yang mencari uang. Bahkan jihadnya seorang suami diantaranya menafkahi keluarganya dengan harta yang halal.
Baca juga: Tiga Syarat Utama agar Mendapat Kehidupan SakinahNamun, yang menjadi masalah kemudian ketika hati menyakini bahwa kebahagiaan berasal dari materi. Dan kemudian melupakan kewajiban sebagai hamba Allah.
Inti dari sakinah mawaddah warohmah adalah ketenangan. Situasi ini tidak bisa hanya didapatkan dari materi. Padahal, keberadaan materi malah sering kali membawa keresahan.
Ustaz Sapria berpendapat orang yang menyakini sakinah mawaddah warohmah bersumber dari Allah, mereka tidak butuh uang banyak untuk menjadi tenang.
"Jadi hakikat membentuk sakinah mawaddah warohmah adalah dengan hati yang bulat bahwa itu dari Allah. Asal dalam keluarga itu saleh dan salehah, nanti juga diberikan kebahagiaan sama Allah SWT," katanya.
Ustaz Sapari kemudian menekankan, saat ingin mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahman, maka sudah sepatutnya kita untuk memantaskan diri, yaitu dengan bersandar pada Allah SWT.
Baca juga: Tujuan Menikah dalam Islam dan Selipan Doa Jadi Keluarga Sakinah(est)