Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 21 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pantaskan Diri Saat Bermimpi Bentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 12 November 2022 - 12:52 WIB
Pantaskan Diri Saat Bermimpi Bentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap muslim bermimpi memiliki kehidupan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Sebab itu menjadi bentuk nikmat yang Allah SWT berikan saat membina keluarga.

Namun, Mubaligh (ASATIDZ) Daarut Tauhid, Ustaz Sapria Muhammad Abdullah mengatakan tidak semua orang berhasil mendapatkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Alasannya, karena kebanyakan salah meyakini asal muasal kebahagiaan.

Baca juga: 3 Pesan Al-Qur’an agar Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah

Menurut Ustaz Sapria, ciri-ciri keluarga yang berkembang dan bahagia adalah yang memiliki keyakinan kuat bahwa anugerah tersebut hanya dari Allah semata.

"Tidak sedikit ada keluarga yang mana meyakini bahwa kebahagiaan itu berasal dari uang. Sehingga waktu mereka dipakai untuk mencari uang. Salahkah? Tentu tidak, tetapi yang jadi salah adalah ketika ada hamba Allah yang terus-terusan mencari uang sampai menelantarkan kewajibannya kepada Allah," ujar Ustaz Sapria dalam kajian bertajuk Perkara-Perkara yang Menghalangi Sakinah Mawaddah Warohmah, Sabtu (12/11/2022)

"Itu berarti tawakalnya uang, bukan tawakal Allah. Jadi dia meyakini bahwa akan bahagia keluarga tersebut kalau uangnya banyak, kalau di tabungannya ada ratusan juta bahkan miliaran rupiah, baru dia akan merasakan bahagia. Sehingga tidak ada hari dalam pikirannya selain duit, duit, dan duit. Itu tawakal duit namanya," lanjut dia.

Meski demikian, dia berpendapat tidak salah ketika sebuah keluarga ada yang mencari uang. Bahkan jihadnya seorang suami diantaranya menafkahi keluarganya dengan harta yang halal.

Baca juga: Tiga Syarat Utama agar Mendapat Kehidupan Sakinah

Namun, yang menjadi masalah kemudian ketika hati menyakini bahwa kebahagiaan berasal dari materi. Dan kemudian melupakan kewajiban sebagai hamba Allah.

Inti dari sakinah mawaddah warohmah adalah ketenangan. Situasi ini tidak bisa hanya didapatkan dari materi. Padahal, keberadaan materi malah sering kali membawa keresahan.

Ustaz Sapria berpendapat orang yang menyakini sakinah mawaddah warohmah bersumber dari Allah, mereka tidak butuh uang banyak untuk menjadi tenang.

"Jadi hakikat membentuk sakinah mawaddah warohmah adalah dengan hati yang bulat bahwa itu dari Allah. Asal dalam keluarga itu saleh dan salehah, nanti juga diberikan kebahagiaan sama Allah SWT," katanya.

Ustaz Sapari kemudian menekankan, saat ingin mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahman, maka sudah sepatutnya kita untuk memantaskan diri, yaitu dengan bersandar pada Allah SWT.

Baca juga: Tujuan Menikah dalam Islam dan Selipan Doa Jadi Keluarga Sakinah

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 21 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan