alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 07 Februari 2023
home masjid detail berita

Adakah Penjelasan Salat 5 Waktu dalam Al-Qur'an?

Andi Muhammad Rabu, 16 November 2022 - 12:00 WIB
Adakah Penjelasan Salat 5 Waktu dalam Al-Qur'an?
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagian masyarakat berpemahaman bahwa waktu-waktu salat tidak diterangkan dalam Al-Qur'an, benarkah demikian? Anggota Dewan Hisbah PP Persis, Ustaz Amin Muchtar mengatakan, pembahasan tentang salat lima waktu telah tertuang dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam surat Al-Isra ayat 78:

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: "Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."

Berdasarkan tafsir Imam Ibnu Katsir pada ayat di atas, Ustaz Amin menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengerjakan salat fardu dalam waktunya masing-masing.

"Imam Ibnu Katsir kemudian mencantumkan penjelasan dari beberapa ulama yang menegaskan bahwa ayat ini membicarakan lima waktu," kata Ustaz Amin dikutip di kanal Sigabah Channel, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga: Sejarah Masjid Katangka, Tertua di Sulsel Berusia 4 Abad Lebih

Sementara, berdasarkan pendapat Imam Ibnu Abbas, Ustaz Amin pun menjelaskan terkait redaksi لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ (lidulụkisy-syamsi) yang bermakna 'waktu tergelincir' menunjukan bahwa itu merupakan waktu Dzuhur.

Dia menuturkan pada ayat ini bahwasanya dijelaskan tentang salat wajib lima waktu yang mana diawali dengan pembicaraan waktu Zawal/Dzuhur. Sebagaimana yang tertuang dalam hadis yang disampaikan oleh Jabir bin Abdullah RA.

Jabir bin Abdullah RA meriwayatkan bahwa dirinya pernah mengundang Rasulullah SAW dan para sahabat untuk makan di rumahnya. Seusai makan mereka pun bubar bertepatan ketika matahari tergelincir.

"Nabi pun keluar dan bersabda 'hai orang baligh ini adalah saat matahari tergelincir'," jelas Ustaz Amin.

Maka dari itu, kata dia, penjelasan tersebut menegaskan bahwa ibadah lima waktu salat dalam Al-Qur'an sudah tertuang. Yang mana penjelasan tersebut diawali dengan waktu Zawal/Dzuhur (matahari tergelincir).

Hal senada disampaikan dalam hadis dari ‘Abdullah bin ‘Amr yang menjelaskan terkait waktu-waktu salat, Rasulullah SAW bersabda:

وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُولِهِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ وَوَقْتُ الْعَصْرِ مَا لَمْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ وَوَقْتُ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَغِبِ الشَّفَقُ وَوَقْتُ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ الأَوْسَطِ وَوَقْتُ صَلاَةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ فَأَمْسِكْ عَنِ الصَّلاَةِ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ

“Waktu Dzuhur dimulai saat matahari tergelincir ke barat (waktu zawal) hingga bayangan seseorang sama dengan tingginya dan selama belum masuk waktu ‘Ashar. Waktu Ashar masih terus ada selama matahari belum menguning. Waktu shalat Maghrib adalah selama cahaya merah (saat matahari tenggelam) belum hilang. Waktu shalat ‘Isya’ ialah hingga pertengahan malam. Waktu shalat Shubuh adalah mulai terbit fajar (shadiq) selama matahari belum terbit. Jika matahari terbit, maka tahanlah diri dari salat karena ketika itu matahari terbit antara dua tanduk setan. ” (HR Muslim nomor 612).

Baca Juga: Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo Simbol Persahabatan UEA-Indonesia

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 07 Februari 2023
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
12:10
Ashar
15:27
Maghrib
18:20
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan